Gatot Subroto Langganan Banjir, DPUPR Sebut Kendala Status Jalan

Jalan Gatot Subroto masih menjadi langganan banjir saat hujan. DPUPR mengaku belum tangani ruas jalan ini.

KLIK BORNEO – BERAU. Hujan yang mengguyur Berau, Jumat (20/9/2024) malam, menyebabkan terjadinya banjir di sekitar kawasan Jalan Gatot Subroto, hingga depan Kantor DPRD Berau. Hal itu mengundang reaksi publik terkait penanganan banjir di kawasan itu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata mengaku selama ini pihaknya belum menangani ruas Jalan Gatot Subroto tersebut. Pasalnya, ruas Jalan Gatot Subroto berstatus atau ber nomenklatur jalan nasional.

“Kalau yang depan DPR memang belum ditangani. Baru kawasan Kedaung dan sekitarnya. Berhubung ruas Gatot Subroto itu masuk jalan nasional,” ungkapnya kepada wartawan Klikborneo, Sabtu (21/9/2025).

Akibat terkendala status jalan itu, lanjut Hendra, penanganan banjir akhirnya lebih difokuskan di tempat lain. Namun, pihaknya akan berupaya agar penanganan di wilayah itu secepatnya dilakukan. Termasuk, berkoordinasi terlebih dahulu dengan Balai Jalan Nasional.

IMG 20240921 WA0003
Kabid SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata (kaos putih) saat melakukan pengecekan lapangan, pasca banjir kawasan Jalan Gatot Subroto

“Itu jalan punya nasional. Takutnya salah kerja kita, lalu dimarahi orang karena tidak maksimal. Coba jalan ruas jalan itu punya kita seperti Jalan kedaung, Durian, sudah kita gosok,” jelasnya.

Disampaikannya, saat ini pihaknya tengah melakukan pengecekan lapangan untuk mengetahui titik-titik yang sering terdampak banjir. Berikutnya menganalisasi berbagai kemungkinan solusi yang bisa dilakukan.

“Saat kita cek, Sabtu (21/9/2024), memang salah satu penyebabnya karena sampah juga baliho yang menumpuk di drainase di sekitar Gang Rawa Indah 2. Makanya memang perlu dilakukan normalisasi,” terangnya.

Ditambahkannya, sesuai analisis sementara pihaknya, memang yang perlu dibangun ke depannya yakni gorong-gorong besar. Pasalnya, gorong-gorong yang ada saat ini sudah over kapasitas. Sehingga, tidak mampu menampung air hujan dengan intensitas tinggi.

“Dari analisa sementara seperti itu. Penanganan yang dibutuhkan itu ya membelah jalan Gatot Subroto untuk gorong-gorong besar. Gorong-gorong yang lama itu kan sudah tidak maksimal lagi,” bebernya.

Diakuinya, tahun ini penanganan khusus kawasan Jalan Gatot Subroto belum bisa dilakukan. Karena itu, penanganan darurat akan coba dilakukan terlebih dahulu apabila masih terjadi banjir di wilayah itu.

“Anggaran buat box nyebrang jalan sangat besar. Lalu traffic juga padat. Sehingga kami maksimalkan dulu di koordinasi dengan perencanaan dulu. Sama kemungkinan penanganan daruratnya,” tandasnya. (Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT