KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat komitmennya dalam memajukan industri perkebunan daerah melalui pemberian bantuan stimulan tahunan kepada para petani. Dinas Perkebunan (Disbun) Berau memastikan bantuan ini ditujukan untuk menjaga produktivitas dan memotivasi petani agar tidak mengalihfungsikan lahannya.
Kepala Disbun Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa program ini menyasar lima komoditas unggulan yang menjadi andalan Berau, yakni sawit, karet, kakao, lada, dan kelapa. Data Disbun mencatat, luas areal perkebunan di Berau untuk komoditas ini cukup signifikan, di antaranya kelapa sawit mencapai lebih dari 151 ribu hektare, lada 2.227 hektare, dan kakao 987 hektare (data per akhir 2024).
“Kita punya lima komoditas unggulan, yaitu sawit, karet, kakao, lada dan kelapa,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa komoditas unggulan ini mendapat perhatian khusus.
Bantuan stimulan yang diberikan setiap tahunnya berupa bibit unggul, pupuk, hingga program sekolah lapang bagi petani. Sekolah lapang ini bertujuan untuk membekali petani dengan pengetahuan teknis, terutama dalam hal pengendalian hama secara alami dan berkelanjutan.
Lita menuturkan, pada tahun berjalan ini, sedikitnya ada lima kampung yang mendapat pendampingan melalui program sekolah lapang, termasuk Kampung Suaran, Pilanjau, dan Segah. Distribusi bantuan terus berjalan secara bertahap.
“Bantuannya sudah ada beberapa yang kita salurkan. Ada juga yang masih tahap pengadaan. Insya Allah, November sudah selesai semua,” jelasnya.
Dengan adanya bantuan stimulan dan pendampingan yang diberikan, Lita berharap petani memiliki semangat yang kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan sektor perkebunan mereka. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.
“Harapannya, dengan adanya bantuan stimulan yang diberikan bisa terus menjadi motivasi para petani, agar mau mempertahankan sektor perkebunannya supaya tidak dialihfungsikan,” pungkas Lita. (Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi