KLIK BORNEO – BERAU. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian masif terjadi di Kabupaten Berau. Sesuai data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), 11 kecamatan terdeksi rawan mengalami Karhutla, karena sebaran titik panas di sejumlah wilayah.
Untuk mencegah karhutla terjadi dan meluas, BMKG Berau telah mengeluarkan Surat Peringatan Dini Kebakaran Hutan Dan Lahan Nomor: e.B/ME.01.02/022/KBEJ/IX/2024 yang mulai berlaku sejak 14-19 September 2024.
Kepala Stasiun BMKG Berau, Ade Heryadi menjelaskan sesuai pantauan satelit 13 September pukul 01.00 – 17.00 Wita, terdapat 225 titik panas yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Berau.
“Di Batu Putih 1 titik panas, Biatan 6 titik panas, Biduk-biduk 5 titik, Gunung Tabur 16 titik, Kelay 39 titik, Pulau Derawan 62 titik, Sambaliung 29 titik, Segah 57 titik, Tabalar 7 titik, Talisayan 1 titik dan Teluk Bayur 2 titik,” ungkapnya, Sabtu (14/9/2024).
Disampaikannya, adapun hasil pengamatan suhu udara maksimum di Stasiun Kalimarau 3 hari terakhir menunjukkan suhu yang cukup tinggi yaitu berkisar 34-36°C. Karena itu, 6 hari ke depan, 14-19 September, wilayah Kabupaten Berau sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan (very high).
“Kondisi suhu yang tinggi, angin kencang, sebaran titik panas yang signifikan, akan menambah lagi potensi kemudahan kebakaran dan memperluas wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Mengingat potensi karhutla sangat tinggi, Ade mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan atau sampah. Berikutnya, tidak membakar lahan yang digunakan untuk area pertanian atau perkebunan serta tidak membakar sampah di area terbuka, karena dapat dengan mudah memicu karhutla.
“Laporkan tanda-tanda Kebakaran jika Anda melihat tanda-tanda api atau asap yang mencurigakan. Segera laporkan ke aparat terkait atau pemadam kebakaran terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” pintanya.
Selain itu, Ade juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi dari BMKG dan pihak berwenang terkait kondisi cuaca, terutama selama periode cuaca ekstrem dan suhu tinggi. Berikutnya, membersihkan lpingkungan sekitar dari bahan-bahan yang mudah terbakar seperti daun kering, ranting, atau sisa tanaman, terutama di daerah yang dekat dengan hutan.
“Dengan langkah-langkah pencegahan ini, kita semua dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko kebakaran hutan dan melindungi Berau dari ancaman karhutla,” pungkasnya. (Elton)