KLIK BORNEO – BERAU. Satu unit rumah yang dihuni satu Kepala Keluarga (KK) dengan 5 jiwa di Kampung Long Beliu RT.03, Kecamatan Kelay, ludes terbakar pada Kamis pagi, (9/10). Musibah ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian pemilik rumah yang meninggalkan masakan nasi yang sedang dimasak menggunakan kayu bakar.
Api mulai berkobar sekitar pukul 07.30 Wita. Rumah yang merupakan milik keluarga David, dan dihuni bersama sejumlah anggota keluarga.
Berdasarkan data yang dihimpun, kronologi menyebutkan bahwa api cepat membesar setelah pemilik rumah meninggalkan kayu bakar yang digunakan untuk memasak menuju ke rumah tetangga.
Saat api sudah mulai membesar pada bangunan dengan material kayu tersebut kemudian terlihat saksi dan korban, warga setempat segera merespons dengan memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan unit pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, membenarkan kejadian ini dan mengonfirmasi penyebabnya.
“Penyebab awal berdasarkan keterangan sementara diduga saat memasak menggunakan kayu bakar yang ditinggal pergi ke rumah tetangga,” ungkap Nofian Hidayat.
Ia menambahkan bahwa taksiran kerugian material akibat kebakaran ini cukup besar. “Kerugian material kami taksir mencapai sekitar Rp125 juta hingga Rp150 juta,” jelasnya.
Untuk membantu proses penanganan di lapangan, 1 unit truk pemadam BPBD dikerahkan ke lokasi. Berkat upaya gabungan antara warga dan tim yang melibatkan aparat Kecamatan Kelay, Polsek Kelay, dan aparat Kampung Long Beliu, proses pendinginan api berhasil diselesaikan pada pukul 07.55 Wita.
Nofian Hidayat juga mengapresiasi upaya warga. “Warga inisiatif memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu tim pemadam, ini sangat membantu,” ujarnya.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun korban yang harus dirawat dalam insiden ini.
Imbauan Waspada Kebakaran
Menyikapi musibah ini, Nofian Hidayat mengimbau seluruh masyarakat Berau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran.
Kelalaian saat memasak atau penggunaan alat-alat listrik menjadi faktor risiko tinggi yang harus dihindari.
Langkah-langkah antisipasi yang perlu diperhatikan masyarakat mencakup memastikan proses memasak diawasi sampai selesai dan jangan pernah meninggalkan kompor atau kayu bakar menyala tanpa pengawasan.
Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi baik, tanpa ada sambungan kabel yang longgar atau menumpuk. Pihak BPBD juga menyarankan setiap rumah memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai alat pertolongan pertama saat api baru muncul, serta selalu mematikan semua sumber api dan mencabut peralatan listrik yang tidak terpakai saat meninggalkan rumah dalam waktu lama.(*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi