KLIK BORNEO – BERAU. Kekurangan tenaga dokter di Puskesmas Talisayan, Kabupaten Berau, kembali disorot Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Berau tahun 2027, Selasa (7/4/2026).
Menurut Subroto, kekurangan dokter itu menyebabkan layanan kesehatan di salah pusat kesehatan wilayah pesisir itu sempat terganggu. Apalagi ada tenaga dokter yang sempat diganti dan dipindahkan.
“Tiga hari Lebaran pelayanan tidak ada. Karena dokter yang kemarin sifatnya penugasan khusus itu dua atau tiga bulan sudah diganti,” ungkapnya.
Berhadapan dengan hal itu Subroto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau untuk dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Evaluasi itu dilakukan terutama untuk meninjau kembali persebaran tenaga kesehatan (nakes) khususnya dokter yang bertugas di sejumlah Puskesmas yang ada di Berau.
Saat ini, lanjutnya, penyebaran dokter yang tidak merata menyebabkan terjadinya penumpukan tenaga dokter hanya di beberapa Puskesmas. Sedangkan Puskesmas lain masih berkekurangan.
“Pemerintah daerah harus betul-betul mengevaluasi pegawai-pegawai yang menumpuk atau berlebihan, di mana yang kurang sehingga semua pelayanan di Kabupaten Berau ini bisa berjalan dengan baik,” pintanya.
Subroto berharap agar masalah itu segera diatasi. Agar pasien dari wilayah pesisir tidak harus membuang biaya tambahan lagi untuk perjalanan jauh ke Tanjung Redeb hanya demi berobat. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi