Ketua DPRD Berau Madri Pani menegaskan, bahwa Berau lebih memilih tetap di Kaltim mengingat ada IKN yang disebutnya lebih seksi dibandngkan bergabung ke Kaltara
TANJUNG REDEB. Ketua DPRD Berau Madripani menegaskan, bahwa Berau tidak akan meninggalkan Kaltim untuk Kaltara. Hal itu disampaikannya pasca ramainya kabar rayuan Kaltara untuk Berau. bahkan sempat muncul survey tentang 70 persen sampel memilih Berau bergabung. Terakhir dalam penyampaian petisi penolakan bergabungnya Kabupaten Berau ke Provinsi Kalimantan Utara di Balai Mufakat, Minggu (12/11) lalu menjadi penekanan tegas penolakan Berau.
“Untuk apa? apa pertimbangannya untuk gabung ke Kaltara? apakah ekonomi atau administratif atau ada hal lain,” ujarnya. Sebab jika masalah ekonomi Berau jelas rugi.
“Kita loh jadi di Kaltim yang jadi IKN, IKN itu lebih seksi,” sambungnya. Sebab menurutnya, apa yang beredar saat ini bukanlah perkara mudah. Pindah wilayah untuk bergabung dengan provinsi lain tentu harus melalui prosedur panjang dan persetujuan yang mewakili masyarakat Berau yang jumlahnya mencapai sekitar 270 ribu jiwa.
Ia juga menegaskan, bahwa keinginan untuk bergabung jangan hanya mewakili segelintir orang tetapi harus mewakili masyarakat Berau. Apalagi kedua Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur serta semua stakeholder terkait yang menentukan sikap dan sepakat menolak bergabung dengan Kaltara.(//)