KLIK BORNEO – BERAU. Konflik horizontal antarwarga di perbatasan Kabupaten Berau dan Kutai Timur (Kutim) kembali menguat belakangan ini.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta untuk segera mencari solusi terbaik menyelesaikan problem yang telah berlangsung cukup lama tersebut.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi menjelaskan konflik perbatasan telah menyebabkan aktivitas warga Berau, khususnya di Kampung Biatan Ulu dan Ilir akhirnya terganggu.
Warga di dua kampung itu pun telah lama menanti agar masalah tersebut segera dituntaskan. Namun hingga kini kejelasan tapal batas masih menemukan kendala di tingkat administratif.
“Ini kita tidak bisa tinggal diam saja. Apalagi masalah ini melibatkan dua kabupaten,” ungkapnya.
DPRD Berau sendiri, lanjutnya, telah mendorong agar masalah itu telah dibahas. Agar solusi terbaik segera diperoleh.
“Kita sudah ada jadwal untuk pembahasan nanti di minggu depan. Kita berharap ini ada hasilnya,” jelasnya.
Kepada pemerintah daerah, Sumadi juga meminta agar segera bertemu dengan pemerintah provinsi. Berikutnya, mempercepat penyelesaiannya di tingkat pusat.
“Ini gubernur juga harus turun tangan. Kalau kita sendiri tentunya tidak bisa jalan baik,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi