KLIK BORNEO – SANGATTA. Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memajukan pendidikan kembali ditegaskan melalui keputusan mempertahankan porsi minimal 20 persen dari APBD untuk sektor tersebut.
Langkah ini, menurut Bupati Ardiansyah Sulaiman, adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang berdaya saing tinggi.
Ardiansyah menekankan bahwa pembangunan SDM tidak dapat berjalan tanpa dukungan pembiayaan yang kuat.
Oleh Karena itu, pemerintah memastikan seluruh anak di Kutim baik di pusat kota maupun wilayah terpencil mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas.
“Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama, dan alokasi anggarannya tidak akan kita kurangi,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).
Pemerintah mengarahkan sebagian besar anggaran tersebut untuk memperkuat infrastruktur pendidikan diantaranya pembangunan ruang kelas baru, peningkatan fasilitas sekolah, dan penyediaan perangkat pembelajaran modern menjadi fokus utama agar proses belajar mengajar lebih nyaman dan efektif.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian penting, melalui pelatihan, sertifikasi, serta program pengembangan profesional, pemerintah berupaya memastikan para pendidik mampu mengikuti perkembangan metode pengajaran dan tuntutan zaman.
Program beasiswa pun terus diperluas untuk memberikan kesempatan kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang terhambat dalam melanjutkan pendidikan hanya karena kendala ekonomi.
Ardiansyah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya menjalankan amanat undang-undang, tetapi mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam merancang arah pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menyebut bahwa kualitas masyarakat adalah penentu utama kemajuan daerah. Dengan pendidikan yang kuat, generasi Kutim diharapkan mampu menghadapi dinamika dan tantangan masa depan.
Di lapangan, pengawasan anggaran dilakukan secara intensif melalui kolaborasi dengan sekolah, desa, dan masyarakat untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai kebutuhan.
“Pendidikan adalah pondasi dari semua pencapaian pembangunan Kutai Timur,” tutupnya.(ADV)