KLIK BORNEO – SANGATTA. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat transformasi digital dengan membangun sistem pemerintahan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Penguatan infrastruktur, integrasi data, serta digitalisasi pelayanan publik menjadi fokus utama untuk mewujudkan tata kelola yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Roni Bonar Hamonagan Siburian, menegaskan bahwa perubahan yang sedang berlangsung bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi membangun cara kerja yang lebih terbuka, cepat, dan kolaboratif.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus benar-benar memberikan dampak yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. “Transformasi digital bukan hanya tentang perangkat atau aplikasi. Yang kita bangun adalah pola kerja dan pola pikir baru dalam birokrasi,” ujar Roni, Jumat (14/11/2025).
Di tengah upaya tersebut, Kutim memiliki rekam jejak penting yang memperkuat kepercayaan diri daerah dalam melangkah lebih jauh. Pada tahun 2018, Kutim pernah masuk dalam daftar 100 Smart Cities Indonesia dan berada pada posisi ke-75, pencapaian yang menurut Roni menjadi pengingat bahwa daerah ini memiliki modal kuat untuk terus tumbuh.
“Pencapaian itu menjadi dorongan bagi kami untuk meningkatkan kualitas Smart City di setiap sektor pelayanan,” tambahnya. Berbagai perkembangan selama beberapa tahun terakhir menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi digital.
Perluasan jaringan internet, peningkatan interoperabilitas data, hingga digitalisasi layanan administrasi menjadi bagian dari langkah strategis membangun pemerintahan yang semakin efektif. Selain membenahi aspek internal, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha, komunitas, serta masyarakat agar ekosistem digital di Kutim berkembang secara menyeluruh.
Pendekatan kolaboratif ini penting untuk memastikan manfaat teknologi dapat menjangkau hingga wilayah pedesaan.
Pemerintah Kutim turut menempatkan literasi digital sebagai bagian dari program prioritas dengan edukasi dan pembinaan masyarakat dianggap penting agar warga tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga dapat memanfaatkan teknologi untuk pengembangan usaha, pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya.
Dengan dasar yang semakin kuat dan kemitraan yang terus diperluas, Kutim optimistis mampu mempercepat terwujudnya Smart City yang lebih matang, modern, dan kompetitif. “Transformasi digital ini diharapkan menjadi pijakan menuju pemerintahan yang transparan, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.(ADV)