KLIK BORNEO – BERAU. Demi mendorong produktivitas tanaman padi dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Berau, Pemkab Berau melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) kembali meningkatkan luas tambah tanam (LTT) pada tahun ini.
Untuk mendukung program tersebut, aparat TNI dalam hal ini Babinsa Danramil di bawah Komandan Distrik Militer (Dandim) turut dilibatkan. Terutama dalam memberikan pendampingan terhadap kelompok tani yang sudah terbentuk.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi menjelaskan LTT padi baik sawah maupun ladang pada tahun 2025 ditargetkan mencapai 5.911 Hektare (Ha). Dari jumlah itu 895 Ha disiapkan untuk program Brigade Pangan (BP).
Selain itu, lanjutnya, semua LTT yang ada akan dioptimalisasi (oplah) sesuai luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang jumlahnya mencapai 2.311 Ha melalui program BP.
“Khusus untuk padi sawah, LTT itu tersebar di wilayah Tabalar, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Sambaliung,” ungkapnya kepada Klikborneo.com, Jumat (23/5/2025).
Diakuinya, selain pendampingan yang dilakukan para aparat TNI dan juga penyuluh pertanian, DTPHP juga akan terus mendukung keberlanjutan LTT itu dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana serta alsintan.
“Insyaallah akan tetap diprogramkan sesuai usulan proposal dari kelompok tani,” jelasnya.
Ditambahkannya, saat ini terdapat 84 gabungan kelompok tani (Gapoktan). Setiap Gapoktan terdiri atas beberapa kelompok tani (Poktan). Pendampingan akan dilakukan untuk setiap poktan yang berjumlah 15 sampai 20 orang.
“Pendampingan itu menjadi tugas para Babinsa Danramil di bawah komando Dandim,” tandasnya. (Elton)