Orang Tua Minta Disdik Tegur Pihak Sekolah, Keluhkan Acara Perpisahan Digelar di Luar Sekolah

Ilustrasi Perpisahan Sekolah

KLIK BORNEO – BERAU. Pelaksanaan acara perpisahan sekolah yang digelar di luar sekolah, untuk melepaspisahkan para peserta didik baik SD maupun SMP yang lulus tahun ini, dikeluhkan orang tua wali murid di Berau. Keluhan itu disampaikan mengingat acara perpisahaan yang dilaksanakan itu juga dinilai terlalu mewah. Lantaran para peserta didik diwajibkan mengumpulkan uang Rp 500.000/ siswa SD dan Rp 550.000/ siswa SMP demi terlaksananya acara tersebut.

Terhadap pelaksanaan acara tersebut, orang tua wali murid meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau untuk menegur pihak sekolah yang mewajibkan para siswa membayar mahal, hanya untuk sebuah acara perpisahan sehari, yang dilaksanakan di luar sekolah.

Salah satu orang tua wali murid yang enggan disebutkan namanya dan memiliki dua anak yang lulus tahun ini, masing-masing di SD dan SMP mengaku sesuai informasi yang diperolehnya, pelaksanaan acara perpisahan tahun ini untuk dua anaknya itu akan dilaksanakan di hotel.

Pelaksanaan acara yang dilakukan di luar sekolah alias di hotel itu, baginya, sangat jelas telah mengurangi fungsi dan nilai edukasi dari sekolah.

“Kita memberikan edukasi ke anak-anak bukan hanya lewat pelajaran akademik tapi juga melalui cara hidup. Salah satunya dengan hidup sederhana,” ungkapnya kepada Klikborneo.com, Selasa (11/03/2025).

“Kita mengajarkan anak-anak kita hidup sederhana, menghemat. Ini sekolah, pendidikan, kenapa mencontohkan yang glamour ke anak-anak,” sambungnya lagi.

Alih-alih pelaksanaan acara perpisahaan akan lebih menarik jika dilaksanakan di luar sekolah, menurutnya, sangat tidak menarik. Bahkan baginya, akan lebih berkesan jika acara perpisahan itu dilaksanakan di sekolah dan orang tua murid tidak diwajibkan membayar mahal untuk acara itu.

“Kalau bayar, saya sendiri bisa bayar. Tapi kenapa harus di luar sekolah. Kalau itu memang sudah kesepakatan dari Komite Sekolah, kenapa pihak sekolah tidak bisa mencegah. Kalau bisa di sekolah kenapa tidak di sekolah saja,” tegasnya.

“Lalu harus dicatat bahwa tidak semua orang tua itu mampu. Siapa tahu hanya untuk acara begini, orang tua itu harus ngutang hanya karena tidak mau anaknya berkecil hati karena lihat temannya yang lain ikut,” tambahnya.

Menanggapi Klikborneo.com terkait pelaksanaan acara itu karena ketakutannya terhadap potensi penyalahgunaan anggaran, orang tua murid itu menegaskan dirinya tentu tidak mengharapkan hal itu terjadi.

“Kalau saya secara pribadi tidak mencurigai soal masalah uang itu disalahgunakan. Tapi siapa tahu, namanya juga duit. Kalau ada potensi misalnya, pungli, Dinas Pendidikan cegah memang dari sekarang. Karena nominalnya lumayan besar,” bebernya.

Dirinya berharap, pelaksanaan acara perpisahan di luar sekolah itu harus juga menjadi atensi serius Disdik Berau. Bahkan, Disdik diminta segera mengimbau dan menegur pihak sekolah untuk tidak melaksanakan acara perpisahan di luar sekolah.

“Karena saya dengar juga di daerah lain, pemerintahnya itu sudah memberikan imbauan ke pihak sekolah untuk tidak mewajibkan perpisahan itu dilakukan di luar sekolah,” tandasnya. (Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT