Pemkab Jawab Keluhan krisis Air di Maratua 

Warga Pulau terluar Maratua lebih banyak mengandalkan air tadah hujan. Salah satu aspirasi terbesar masyarakat pulau ini yakni fasilitas air bersih.

BERAU-KLIK BORNEO. Sejak lama masyarakat di Pulau Maratua mengeluhkan soal keterbatasan air bersih. Untuk beberapa kampung bahkan tidak memiliki sumber air tawar bersih. Mereka mengandalkan air tadah hujan atau membeli air tawar dari kampung lain. Mengatasi masalah ini, Pemkab berau menyiapkan anggaran Rp 14 miliar untuk membangun embung air baku di maratua.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengungkapkan harapannya, agar jika selesai dibangun, mampu menjawab persoalan air bersih di pulau wisata tersebut. “Karena saya sering sekali mendapatkan keluhan warga soal krisis air bersih disana,” ungkapnya. Oleh karena itu pembangunan itu diharapkan sebagai jawaban atas krisis air bersih yang menjadi keluhan.

Pembangunan embung saat ini telah menjadi tren yang gencar oleh pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan air bersih di daerah. “Ini yang telah kami pikirkan dan telah disiapkan anggaran senilai 14 miliar,” kata perempuan yang akrab disapa Umi Sri itu.

Rencananya, proyek tersebut mulai digulirkan pada Juli bulan depan. Diawali dengan perencanaan yang saat ini masih dalam tahap lelang. “Semoga ini bisa jadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang sudah disuarakan sejak lama,” ucap Umi Sri.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, menerangkan pembangunan embung air baku tersebut tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat.

Akan tetapi diharapkan dapat menjadi penopang kebutuhan para wisatawan yang berkunjung ke Maratua. “Ini ‘kan juga destinasi wisata andalan kita. Maka itu, proyek ini masuk dalam skala kebutuhan prioritas daerah,” kata Hendra.

Embung air baku tersebut nantinya akan mengandalkan air bersih, baik dari tadahan hujan maupun dari tanah, sehingga ketersediaannya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di sana.

Bentuknya pun memiliki berbagai opsi, bisa berupa bunker, bak terbuka maupun reservoir. Kepastian penggunaannya, kebutuhan anggaran dan hal lainnya yang menyangkut pembangunannya akan ditentukan dalam perencanaan yang masih dalam proses tender di Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UBBJ) Setkab Berau. “Yang jelas dibuat seperti apa, dalam perencanaan itu nanti akan terjawab,” ujarnya.(adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT