KLIK BORNEO – BERAU. Kasus pengedaran narkoba di Kabupaten Berau masih tergolong tinggi. Kondisi ini perlu ditangani melalui pengawasan dan pencegahan yang sedemikian masif. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menegaskan bahwa pengawasan dan pencegahan bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab aparat penegak hukum. Sebaliknya, menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak.
“Ini tugas moril dan kemanusiaan jadi semua pihak dan masyarakat mesti terlibat aktif,” ungkapnya.
Disampaikannya, pengentasan kasus narkoba menjadi sedemikian genting di tengah upaya pemerintah daerah memajukan sumber daya manusia (SDM) Bumi Batiwakkal. Berikutnya, menciptakan generasi yang cerdas dan sejahtera.
“Narkoba bukan hanya merugikan orang perorangan tapi melumpuhkan generasi dan kemajuan daerah,” jelasnya. Ditegaskannya, pencegahan sejak dini sebenarnya mesti dimulai dari tengah keluarga. Karena itu, setiap keluarga selalu diminta untuk aktif mengawasi satu sama lain dan tidak ikut terjerumus di dalamnya.
“Keluarga yang paling utama, saling mengawasi. Karena ada juga yang kita dengar bahkan suami dan istri juga terlibat,” terangnya.
Diakuinya, selain pengawasan dan pencegahan dibutuhkan upaya serius dari pemerintah daerah dalam menuntaskan kasus kemiskinan dan pengangguran. Lantaran permasalahan sosial seperti narkoba tidak terlepas dari masalah ekonomi.
“Kemiskinan dan penggangguran ini juga jadi alasan kenapa orang akhirnya memilih narkoba sebagai pekerjaan instan yang mudah mendapatkan uang walaupun berbahaya,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi