Peredaran Upal Kian Merajalela, Masyarakat Diminta Waspada

KLIK BORNEO – BERAU. Peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Berau kian merajalela. Banyak warga pun mulai mengaku pernah menjadi korban penipuan upal tersebut.

Target penipuan pun tak hanya warung kecil di pinggir jalan atau lapak pedagang kaki lima (PKL). Peredaran upal kini mulai masuk ke toko dan swalayan besar.

Menghadapi bahaya peredaran itu, Anggota DPRD Berau, Ratna meminta masyarakat untuk waspada dan tetap berhati-hati. Apalagi di Bulan Puasa aktivitas perekonomian masyarakat cenderung tinggi.

“Ini kita mesti hati-hati. Jangan sampai kita ditipu. Sehingga perlu betul-betul mengecek uang tunai yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, tak hanya aktivitas berbelanja, penukaran uang pun akan meningkat pesat selama Ramadan. Berikutnya, pelaku akan hadir dengan berbagai modus.

“Situasi ramai biasnya juga dimanfaatkan dengan baik oleh mereka. Jadi jangan sampai lengah,” jelasnya.

Kepada pemerintah daerah, Ratna meminta agar masalah itu segera mendapatkan pengawasan intensif. Bahkan jika diperlukan, aparat penegak hukum dapat dilibatkan.

“Karena ini tidak bisa dibiarkan. Kalau mereka sudah mulai masuk supermarket atau swalayan besar yang pengawasannya lebih baik, pasti masyarakat yang di bawahnya sudah pasti banyak yang jadi korban,” tandasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT