Permintaan Kakao Belum Diimbangi Kapasitas Produksi, Pemkab Perlu Lakukan Pembenahan

KLIK BORNEO – BERAU. Permintaan kakao Berau di tingkat global terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Puluhan hingga ratusan ton bahkan diminati oleh negara maju seperti Prancis dan Jepang.

Namun, tingginya permintaan di pasaran global itu belum mampu diimbangi oleh kapasitas produksi di tingkat lokal. Kondisi ini tentu menjadi tantangan serius yang perlu dibenahi ke depan.

“Ini harus dievaluasi, mulai dari produksi, pendampingan, bantuan sarana dan prasarana. Apa yang kurang dan menjadi halangan bagi peningkatan produksi memang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut Sumadi, meskipun melahirkan tantangan tersendiri, permintaan kakao Berau secara global merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan langkah terukur untuk meningkatkan rantai pasok produksi.

“Permintaan terus naik, tapi produksi kita belum mampu mengimbangi. Ini yang harus segera dikejar bersama,” jelasnya.

Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani, lanjutnya, menjadi hal utama yang harus dibenahi. Terutama dari segi pengembangan teknik budidaya, fermentasi, hingga proses pengeringan yang sesuai standar internasional.

“Selain kuantitas, kualitas kakao itu sangat ditentukan dari proses di tingkat petani. Makanya pendampingan teknisnya harus terus jalan sesuai standar global,” terangnya.

Lebih jauh, Sumadi juga mendorong pemerintah daerah untuk intens dalam memberikan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) bagi petani kakao di Berau. Dukungan sarpras itu mutlak diperlukan di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang tidak stabil.

“Sarpras juga diperlukan di samping pendampingan rutin. Jangan hanya saat program berjalan. Petani butuh kepastian dan dukungan berkelanjutan,” tandasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT