KLIK BORNEO – BERAU. Selama ini, penanganan bencana dan mobilisasi bantuan bagi korban, seperti bencana hidrometeorologi di Kabupaten Berau, diketahui lebih banyak dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau lewat jalur darat.
Padahal, BPBD Berau sendiri memiliki beberapa alat transportasi air seperti perahu karet yang bisa digunakan untuk mempermudah penanganan bencana. Sayangnya, peralatan ini hanya disimpan di gudang dan akan dikeluarkan jika bencana terjadi.
Menanggapi hal itu, Kepala BPBD Berau Masyhadi Muhdi menjelaskan pihaknya telah berencana untuk membangun sebuah pos baru di dekat Jembatan Sambaliung untuk menampung peralatan tersebut. Tujuannya, agar cepat digunakan ketika bencana melanda.
“Biar mobilitas peralatan kami ini lebih mudah. Karena kami ini juga punya perahu karet, perahu polyethylene,” ungkapnya kepada Klikborneo.com.
“Perahu itu kan posisinya di gudang. Kalau ada kejadian baru dipikul dan itu berat. Mesti tunggu anggota yang sedikit itu, harus hadir semua,” jelasnya.
Terkait proses izin pembangunan pos baru itu, Masyhadi menegaskan tengah berjalan seiring dengan usulan terkait lokasi, yang sudah disampaikan ke Bagian Perencanaan pada tahun 2025 lalu.
“Untuk pembangunan mungkin diusulkan di ABT 2026. Karena kita juga efisiensi walau sebenarnya kami mau di anggaran murni tahun ini,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi