KLIK BORNEO – BERAU. Kekurangan petugas atau personel pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Berau masih menjadi salah satu problem yang belum terpecahkan hingga kini. Hal ini tentu menyimpan kendala tersendiri dalam upaya menangani masalah kebakaran di Bumi Batiwakkal.
Untuk keluar dari keterbatasan petugas damkar ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau berupaya mencari solusi melalui pembentukan relawan damkar di setiap kelurahan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi menjelaskan saat ini pihaknya hanya memiliki 48 personel pemadam kebakaran Damkar di semua kecamatan. Jumlah itu bahkan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan Kemendagri.
“Kemendagri menyebutkan Berau harus memiliki 210 personel. Namun, jumlah tenaga pemadam saat ini bahkan belum mencapai sepertiganya. BPBD Berau hanya memiliki 48 personel di seluruh kecamatan,” ungkapnya.
Untuk menyiasati agar kekurangan tenaga itu dapat mencukupi, lanjutnya, dalam bertugas setiap hari, petugas pemadam kebakaran harus dibagi ke dalam tiga shift, di mana dalam satu shift terdapat 6 orang yang berjaga.
“Idealnya, enam petugas diperuntukkan untuk enam kendaraan. Ketika terjadi kebakaran, setiap dua petugas membawa satu unit pemadam,” jelasnya.
Disampaikannya, rata-rata setiap 2 orang yang bertugas itu, membawa satu armada ke lokasi kejadian, agar kendaraan yang dibawa bisa banyak.
“Petugas lain yang saat itu bebas tugas langsung menuju lokasi. Karena kita punya SOP, 15 menit setelah kejadian armada harus sudah berada di lokasi,” terangnya.
Karena itu, sebagai solusi atas keterbatasan tenaga pemadam kebakaran, diakuinya BPBD Berau berencana membentuk relawan pemadam kebakaran di setiap kelurahan. Langkah ini sejalan dengan arahan Kemendagri.
Sebelum dibentuk, relawan akan dilatih terlebih dahulu. Berbagai fasilitas pendukungnya juga akan dilengkapi. Hal ini, sudah dilakukan di sejumlah daerah, termasuk di Kota Samarinda.
“Yang penting, lembaganya terbentuk terlebih dahulu. Kami berharap keberadaan relawan ini dapat meringankan beban petugas di lapangan,”
Untuk penambahan personel, tambahnya, pihaknya masih terus berjuang. Pasalnya, penambahan itu baginya merupakan salah satu prioritas yang harus dicapai. Namun hal itu berada di luar wewenang BPBD.
“Mungkin ada pertimbangan tertentu, seperti harus menyesuaikan keuangan pemerintah daerah, regulasi atau seperti apa,” tandasnya. (Elton)