KLIK BORNEO – BERAU. Sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Berau mencatat lonjakan produksi yang signifikan. Berdasarkan data terbaru hingga semester pertama tahun 2025, total hasil produksi perikanan di Berau dilaporkan telah mencapai 39.049,09 ton, menunjukkan peran strategis Berau sebagai salah satu pilar pangan di Kalimantan Timur.
Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Yunda Zuliarsih, membenarkan peningkatan tersebut. Yunda merinci bahwa peningkatan produksi ini meliputi sektor perikanan tangkap (laut) dan perikanan budidaya (laut dan air tawar). Meskipun data terperinci per jenis produksi (tangkap/budidaya) untuk total 39 ribu ton masih berproses, target produksi budidaya Berau pada tahun 2025 sendiri telah dipatok sebesar 2.452,01 ton.
Yunda menjelaskan, lonjakan produksi di awal tahun 2025 membuktikan bahwa upaya Pemkab Berau dalam memberikan pendampingan dan bantuan sarana prasarana kepada nelayan dan pembudidaya telah membuahkan hasil. Program tersebut mencakup bantuan kapal, alat tangkap, pelatihan budidaya ikan kecil (Nila, Lele, Patin), hingga penjaminan ketersediaan sarana budidaya seperti benih dan pakan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para nelayan agar produksi perikanan tetap meningkat,” tegas Yunda, saat dimintai keterangan mengenai capaian impresif tersebut.
Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan serius. Yunda mengungkapkan bahwa sejak April 2025, aktivitas ekspor ikan hidup (seperti kerapu sunu dan kerapu macan) dari Berau terhenti total akibat kendala geopolitik dan perdagangan global di negara tujuan seperti Hong Kong dan Tiongkok. Volume ekspor yang tadinya rutin mencapai 10 ton per bulan kini terpaksa dialihkan ke pasar domestik.
Terlepas dari kendala ekspor, Yunda tetap optimistis potensi perikanan Berau akan terus membesar. “Target kita adalah peningkatan setiap tahun. Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam budidaya air tawar maupun laut, sehingga mampu meningkatkan produksi perikanan di Berau,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga peningkatan produksi ini berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan dan petambak. “Ke depan, kami ingin perikanan tidak hanya sebagai basis pangan, tetapi juga daya tarik pariwisata berbasis laut dan pesisir,” tutup Yunda. (Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi