Program SPPG dan Desakan Peningkatan Infrastruktur Pertanian

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, sejalan dengan desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memberikan dukungan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan kepada sektor pertanian.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, sebelumnya menyampaikan bahwa Pemkab Berau melalui dinasnya telah menjalankan sejumlah program utama di tahun 2025 untuk menjamin ketersediaan dan gizi pangan.

Data dan Program Dinas Pangan 2025, Sentra Pangan dan Gizi (SPPG): Dinas Pangan menargetkan pembentukan 30 unit SPPG di 13 kecamatan rampung pada akhir tahun 2025, sebagai bagian dari inisiatif Badan Gizi Nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan status gizi masyarakat, khususnya anak sekolah. “Hingga September 2025, tiga SPPG telah aktif beroperasi di Kelurahan Karang Ambun, Gunung Panjang, dan Gunung Tabur,” jelasnya.

Keanekaragaman Pangan Lokal, menjadi salah satu gagasan menunjang program ketahanan pangan di Berau. Seperti gelar Festival Kuliner Pangan Lokal dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2025 untuk mendorong masyarakat menerapkan pola makan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal, seperti umbi-umbian dan singkong, sebagai alternatif pangan non-beras.

“Pada Juli 2025, Dinas Pangan juga menyalurkan bantuan paket sembako ke 11 kampung yang memiliki tingkat kesejahteraan rendah guna menjaga stabilitas pangan bagi keluarga kurang mampu,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Anggota DPRD Kabupaten Berau, Peri Kombong, menilai bahwa upaya penguatan ketahanan pangan harus lebih maksimal dan terintegrasi. Menurutnya, pembangunan sektor pertanian menuju ketahanan pangan yang kuat di masa depan tidak hanya terbatas pada penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), benih, dan pupuk.

“Dukungan bagi sektor pertanian harus mencakup pembangunan infrastruktur jalan usaha tani dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani,” tegas Peri Kombong di Berau.

Politisi ini menyoroti bahwa saat ini, hanya beberapa kampung seperti Buyung-Buyung, Merancang, dan Labanan yang sudah menunjukkan hasil pertanian yang memuaskan, sementara sisanya masih bergerak stagnan.

“Jadi, kalau mau semuanya tumbuh dan hasilnya bagus maka tuk Pemkab Berau harus memberikan dukungan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Peri mendesak Pemkab Berau dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk bekerja sama intensif dengan para petani dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan dan menemukan bentuk baru pengembangan pertanian.

Ia juga menyatakan optimisme bahwa Kabupaten Berau dapat mencapai swasembada beras asalkan ada upaya serius untuk memperluas lahan pertanian dan terus meningkatkan kualitas produksi.

“Saya juga optimis bahwa Kabupaten Berau dapat mencapai swasembada beras jika lahan pertanian diperluas dan kualitas produksi terus ditingkatkan,” pungkasnya.(Adv)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT