Pulau Miang, Surga Tersembunyi Kutim yang Kini Jadi Rebutan Wisatawan

KLIK BORNEO – SANGATTA. Di balik tenangnya pesisir Kutai Timur (Kutim), tersimpan surga kecil bernama Pulau Miang, pulau yang dahulu hanya dikenal oleh nelayan lokal itu, kini menjelma menjadi primadona baru bagi para pencinta wisata bahari.

Kejernihan air laut, hamparan pasir putih, serta panorama bawah lautnya yang memesona membuat siapa pun betah berlama-lama di sana.

Lonjakan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir membuat Pulau Miang kini menjadi salah satu destinasi paling populer di Kutim.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut, geliat pariwisata ini menandai babak baru bagi ekonomi daerah.

“Kalau dulu orang mengenal Kutim karena tambang, sekarang mereka datang karena lautnya. Ini bukti bahwa Kutim punya pesona lain yang tidak kalah hebat,” ujarnya dengan bangga, Minggu (23/11/2025).

Pulau Miang bukan sekadar tempat berlibur, tapi juga simbol perubahan arah pembangunan Kutim yang kini mulai menyeimbangkan potensi sumber daya alam dan pariwisata berkelanjutan.

Pemerintah pun telah menyiapkan sejumlah langkah konkret untuk mendukung perkembangan kawasan tersebut.

“Kami sedang membangun dermaga kecil dan memperbaiki akses menuju pulau agar wisatawan lebih mudah datang. Tapi yang paling penting, kami ingin masyarakat lokal menjadi bagian dari pertumbuhan ini,” ungkapnya.

Tak hanya Pulau Miang, sejumlah destinasi bahari lain seperti Pulau Bira-Bira, Sekrat, dan Jepu-Jepu juga tengah digarap untuk memperluas pilihan wisata.

Setiap kawasan memiliki keunikan tersendiri yang diharapkan mampu memperkuat posisi Kutim sebagai destinasi bahari unggulan di Kalimantan Timur.

Ardiansyah menekankan bahwa pengembangan wisata harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pemerintah tidak ingin keindahan laut Kutim rusak karena dikelola tanpa perencanaan matang.

“Wisata harus tumbuh bersama alam, bukan menggusurnya. Kita ingin Pulau Miang tetap jadi surga, bukan korban popularitas,” pungkasnya.

Kini, Pulau Miang bukan lagi rahasia bagi para petualang, dari hamparan pasir putih hingga deburan ombak lembut, setiap sudutnya menjadi cerita baru tentang bagaimana Kutim perlahan menjelma menjadi mutiara pariwisata Kalimantan.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT