KLIK BORNEO – BERAU. Dalam rangka mencegah banjir, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengusulkan ke pemerintah daerah untuk dapat membangun lubang komunal (manhole cover) di setiap drainase yang ada di kawasan perkotaan Berau.
Kehadiran lubang komunal itu penting agar endapan lumpur yang terjebak di drainase dapat lebih mudah digali dan dibersihkan. Berikutnya, dapat menjaga aliran air tetap lancar dan stabil.
“Mungkin per 20 meter, ada namanya tempat komunal. Orang bisa masuk dan gali,” ungkapnya.
“Karena kalau kita biarkan, tidak sampai 10 tahun, sedimen itu sudah penuh bahkan lebih tinggi daripada jalan,” sambungnya.
Menurutnya, sedimen lumpur yang terjebak dalam parit atau drainase seringkali bertekstur keras. Apalagi tidak dibersihkan secara rutin. Karena itu, kehadiran lubang komunal sangat penting dalam rangka normalisasi.
“Sedimen di Berau agak susah. Tanahnya keras. Kalau sudah masuk parit itu keras,” terangnya.
Selain itu, Sumadi yang juga Ketua PKS Berau mengusulkan agar sedimen yang digali dari parit dapat dibuang ke lubang eks galian tambang. Baginya, upaya itu lebih baik dilakukan sambil menunggu proyek reklamasi yang belum berjalan baik.
“Ini walaupun lama akan menguntungkan. Drainase bersih, lubang tambang juga pelan-pelan ditutup,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi