KLIK BORNEO – BERAU. Memasuki akhir Desember 2024, progres realisasi fisik dan anggaran Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau dalam menyerap anggaran baik murni maupun perubahan tahun 2024 sudah mencapai 98 persen.
Kepala Bidang (Kabid) SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata memastikan serapan anggaran semua pekerjaan di bidangnya yang menggunakan APBD Berau tahun 2024 akan terealisasi maksimal akhir tahun ini.
Disampaikannya, sepanjang 2024 ada beberapa proyek besar yang dikerjakan pihaknya mulai dari drainase, irigasi, turap atau tanggul pengaman sungai dan sebagainya.
Kendati demikian, jumlah anggaran terbesar yang dikucurkan yakni untuk pembangunan drainase dan saluran irigasi. Untuk drainase khususnya, tahun ini terdapat pembangunan drainase sepanjang 18.880,07 meter dengan anggaran mencapai Rp 415,36 miliar.
Anggaran yang digelontorkan tersebut pun lebih besar dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 lalu, lanjutnya, pemerintah daerah melalui DPUPR Berau menyiapkan anggaran sejumlah Rp 4,80 miliar untuk pembangunan drainase. Namun total panjang drainase hanya mencapai 296,30 meter.
Jumlah anggaran itu selanjutnya kembali meningkat di tahun 2021 sejumlah Rp 109,89 miliar. Anggaran tersebut untuk menangani draniase sepanjang 6.105,16 meter.
Selanjutnya pada tahun 2023, kenaikan anggaran mencapai 50 persen lebih dari tahun 2022 yakni sebesar Rp 233,00 miliar. Anggaran tersebut untuk penanganan drainase sepanjang 11.649,99 meter.
“Jadi, total anggaran untuk drainase selama empat tahun terakhir mencapai Rp 763,05 miliar dengan total keseluruhan drainase sepanjang 36.931,52 meter,” ungkapnya.
Tak hanya drainase, Hendra juga menyampaikan tahun ini proyek besar lainnya yang juga dikerjakan yakni saluran irigasi untuk mendukung pertanian. Jumlah anggaran yang dikucurkan juga mencapai Rp 211,22 miliar untuk irigasi sepanjang 192.014,91 meter.
“Tahun 2021 Rp 6,20 miliar, tahun 2022 Rp 11,40 miliar, tahun 2023 Rp 82,05 miliar, dan tahun 2024 ini Rp 211,22 miliar,” terangnya.
Diakuinya, dengan jumlah anggaran yang terus disiapkan selama empat tahun terakhir, total panjang keseluruhan jaringan irigasi yang sedang, sudah, dan akan dibangun mencapai 294.391,62 meter.
“Panjang saluran Irigasi tahun 2021 7.654,32 meter, tahun 2022 sepanjang 12.671,89 meter, 2023 sepanjang 82.050,50 meter, dan 2024 sepanjang 192.014,91 meter,” tegasnya.
“Pembangunan saluran irigasi tahun ini merupakan pembangunan yang terbesar yang pernah ada. Berau berbenahlah. Ceritanya gitu,” sambungnya.
Hendra berharap semua pembangunan yang belum selesai dapat segera diselesaikan dan dapat berdampak positif bagi masyarakat. Berikutnya, untuk yang belum dapat diselesaikan akan dituntaskan di tahun mendatang.
“Pokoknya semua drainase dan irigasi kita rencanakan untuk dibangun. Tapi bertahap. Sesuai kesiapan, kebutuhan, dan kemampuan anggaran,” tandasnya. (Elton)