KLIK BORNEO – SANGATTA. Suasana final Bupati Cup 2025 di Stadion Kudungga Sangatta Utara sempat berubah tegang ketika sebuah insiden ringan terjadi di tengah jalannya babak pertama. Namun, ketegangan itu tidak berlangsung lama, gelombang penanganan cepat dari panitia dan aparat membuat pertandingan kembali stabil sebelum sempat memengaruhi jalannya laga.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang turut menyaksikan langsung, menilai reaksi seluruh petugas di lapangan sangat patut diapresiasi.
“Tindakan cepat seperti itu menunjukkan bahwa mereka betul-betul siap dan memahami tanggung jawabnya,” ujarnya, Sabtu malam (08/11/2025).
Peran panitia dan aparat menjadi sorotan tersendiri karena kemampuan mereka mengoordinasikan langkah tanpa harus menghentikan pertandingan terlalu lama.
Kecekatan tersebut mencerminkan kesiapan penyelenggara dalam menjaga kelangsungan event olahraga besar di Kutai Timur, sekaligus memastikan atmosfer tetap kondusif bagi pemain maupun suporter.
Sementara itu, turnamen Bupati Cup bukan hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran bagi para atlet khususnya terkait pengendalian emosi dan penerapan nilai fair play.
Setiap tim yang tampil mewakili kecamatan dituntut tak hanya menunjukkan kemampuan bermain, tetapi juga sikap sportif yang menjunjung kehormatan kompetisi.
Ardiansyah kembali menambahkan bahwa kejadian tersebut justru dapat menjadi bahan evaluasi bersama. “Hal-hal seperti ini penting untuk dipelajari kalau responsnya cepat, artinya potensi gangguan bisa ditekan sejak awal,” ungkapnya.
Meski insiden itu sempat menyedot perhatian, situasi dapat diredam tanpa menimbulkan efek lanjutan, pertandingan pun kembali berjalan lancar hingga peluit akhir.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa kebersamaan antara panitia, aparat keamanan, dan pemain merupakan kunci suksesnya penyelenggaraan turnamen tahunan tersebut.
Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap menjaga ketenangan dalam kondisi apa pun, sehingga Bupati Cup terus menjadi event yang menebarkan semangat persatuan dan memperkuat hubungan antarwarga Kutai Timur.(ADV)