KLIK BORNEO – BERAU. Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb berhasil digagalkan petugas pada Jumat (22/11/25) sekira pukul 12.00 Wita. Seorang pengunjung berinisial N diamankan setelah kedapatan membawa dua poket kecil diduga sabu yang disembunyikan di dalam roti isi cokelat.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin, menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari gelagat N yang mencurigakan. N tampak terburu-buru saat meminta petugas mengantarkan makanan titipan dari warga binaan berinisial F. Petugas jaga yang curiga kemudian melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan, termasuk roti dan ayam geprek yang dibawa N.
Saat memeriksa isi roti, petugas menemukan dua poket sabu yang diselipkan di antara lelehan cokelat. “Jadi barang yang kami duga sabu itu dimasukkan ke dalam roti berisi lumeran cokelat untuk mengelabui petugas,” jelas Yudhi.
Setelah temuan mencurigakan itu, pihak rutan langsung mengamankan N dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Berau untuk penanganan lebih lanjut. Diketahui, F adalah warga binaan kasus narkoba yang sudah menjalani hukuman lebih dari satu tahun. Detail hubungan antara N dan F sepenuhnya menjadi ranah penyelidikan kepolisian.
Akibat perbuatannya, posisi F sebagai warga binaan semakin berat. Ia kini ditempatkan di sel khusus bagi narapidana dengan pelanggaran berat. Selain itu, sejumlah hak bagi F terancam dicabut.
“Misalnya, kalau dia dapat remisi hari besar atau mendapat pembebasan bersyarat, itu akan dicabut sesuai aturan. Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Kanwil Kaltim,” ujarnya.
Yudhi menegaskan, Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb berkomitmen penuh mencegah peredaran narkotika. Pemeriksaan barang bawaan pengunjung dilakukan sangat ketat disertai razia rutin bersama aparat kepolisian dan TNI.
“Pagi, siang, bahkan malam, kami terus menggelar razia untuk memastikan penghuni rutan tidak menyimpan barang berbahaya atau melanggar aturan,” tegasnya. Kasus penyelundupan sabu ini menjadi bukti pengawasan di rutan tidak akan direnggangkan, melainkan akan terus diperketat.(/*)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi