Sa’ga : Kalau Mau, ya Serius Tangani Objek Penilaian

KLIK BORNEO – BERAU. Kabupaten Berau pernah merasakan 2 kali menerima penghargaan untuk kebersihan lingkungan berupa penghargaan adipura dan anugerah adipura kencana.Di masa kepemimpinan Bupati Makmur HAPK dan Bupati Muharram (alm). Tahun 2019 terakhir kali Berau merasakan anugerah tersebut dan anugerah untuk citra dan kebersihan itu belum pernah mampir lagi ke Bumi Batiwakkal hingga saat ini. Anggota DPRD Berau Sa’ga menyebutkan harus konsisten dan berkesinambungan melakukan pembenahan dan penanganan pada objek penilaian.
“Kalau mau, ya serius tangani objek penilaian,” ujarnya.  Ada beberapa objek penilaian yang menjadi titik konsentrasi yang harus dibenahi, di antaranya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Rumah Sakit (RS), pasar, jalan utama dan beberapa objek lainnya untuk masing-masing kategori adipura.
“Perlu ada evaluasi oleh OPD terkait, mana saja yang masih kurang dalam penilaian kita kemarin segera dibenahi, tetapi dengan catatan penting, utamakan untuk fungsinya, kalau adipura itu cuma bonusnya saja, jadi jangan fokus ke bonusnya fungsi utamanya dilupakan,” terang Sa’ga lagi.
Politisi PPP ini mengatakan bahwa Berau pernah dianggap layak dan menerima anugerah itu, dengan kata lain tentu dengan kondisi sekarang misalnya anggaran untuk penataan wajah kota, penataan taman pembenahan TPA tentu bisa lebih memungkinkan untuk lebih baik lagi.
“Tinggal keseriusannya saja,” sambungnya. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Untuk item 1 ini disebutnya sudah ada upaya untuk membuat dan menambah bisa dilihat di dalam kota.
“itu sudah langkah baik,” ujarnya lagi.  Fungsi utamanya tentu soal RTH bisa menjadi tempat bagi masyarakat bersantai dan menikmati suasana perkotaan. Di samping sebagai citra wajah kota juga menjadi objek penilaian.
“Mengurangi polusi, mempercantik wajah kota, peneduh penyejuk, dan bonusnya kalau bisa dapat adipura, jadi sekali lagi itu hanya bonus, tetapi yang paling penting adalah fungsi utama dari objek-objek penilaian itu yang dimunculkan,” jelas Sa’ga.
Semakin luas RTH, tentunya semakin baik bagi masyarakat. Karena bisa menghasilkan oksigen di kota. Selain RTH, anggota DPRD ini juga mendorong instansi terkait untuk terus memperhatikan kebersihan kota demi meraih penghargaan itu kembali. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana, mengatakan, pihaknya sempat disibukkan dengan penanganan krisis di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga pada penilaian Adipura tahun lalu.
Sadar dengan poin tertinggi untuk pengolahan sampah, pihaknya beberapa bulan belakangan ini serius untuk melakukan penimbunan sampah dengan tanah. Mengembalikan sampah yang meluber ke akses jalan masuk TPA ke tempat semula.
Padahal, pihaknya sudah berupaya melakukan penanganan dengan melakukan metode control landfill atau istilah teknis untuk metode menutup sampah dengan tumpukan tanah. Namun cara itu diklaim belum berhasil untuk menaikkan poin Berau. “Tapi memang skor untuk TPA masih rendah,” akunya. Selain TPA, Berau juga mendapatkan poin rendah dalam pengelolaan kebersihan di tempat umum, seperti pasar. Mustakim menyampaikan, tanggung jawab kebersihan di lingkungan pasar masih perlu ditingkatkan lagi oleh pengelola serta dukungan seluruh warga terutama pedagang.
Terakhir juga tak kalah penting Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, masih dinilai belum berhasil dalam menciptakan kebersihan lingkungan perawatan pasien yang bersih. Mustakim membeberkan, penilaian penting oleh tim ialah proses memastikan aliran air di drainase dapat mengalir lancar ke parit besar di depan halaman rumah sakit. Ditambah lagi dengan proses pengelolaan limbah rumah sakit yang juga mendapat predikat yang sama, baik itu limbah domestik maupun limbah medis di RSUD. “Tapi, kita sudah lihat bersamalah kalau rumah sakit sudah berbenah, termasuk menambah gedung baru,” ujarnya. (adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT