KLIK BORNEO – BERAU. Hasil produksi ikan di Kabupaten Berau baik perikanan tangkap (perikanan laut) maupun perikanan budidaya (perikanan umum) pada semester 1 tahun 2024 mencapai 13.904,9 ton. Jumlah tersebut, menurut Anggota DPRD Berau, Suriansyah masih bisa ditingkatkan lagi. Sektor perikanan Berau diyakini mampu menjadi satu daerah penyuplai ke IKN kelak.
Apalagi dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Berau diminta menjadi satu kabupaten penyangga IKN. Melalui hasil sumber perikanan, pertanian dan lainnya. Jokowi juga datang belum lama ini ke Bumi Batiwakkal untuk memastikan Berau akan menjadi salah satu penyangga dari Ibukota Nusantara (IKN) yang sudah siap. Untuk itu, Kabupaten Berau harus siap menyambut peluang tersebut dengan menawarkan sumber daya yang bisa diberikan untuk IKN.
“Diibaratnya penyangga seperti tiang yang menahan pondasi rumah. Jika tiang tersebut tidak cukup kuat berarti rumah tersebut akan rubuh,” ungkapnya.
Dijelaskannya, Kabupaten Berau memiliki banyak sumber daya alam (SDA) untuk menyongsong pertumbuhan IKN. Salah satunya, sektor perikanan yang merupakan keunggulan dari Kabupaten Berau.
Politisi Partai Hanura ini menyebut Sektor perikanan di Kabupaten Berau sangat berpotensi untuk bisa disuplai ke IKN. Mengingat sektor perikanan di Berau mengalami surplus. Artinya hasil perikanannya melebihi porsi yang dibutuhkan.
“Berarti ada potensi yang harus kita kembangkan di sini. Seperti, sektor perikanan kita akan sediakan. Sehingga, sekitar 700 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan pindah ke IKN, sumber perikanannya dapat terpenuhi,” ujarnya.
Kedepan Berau akan menjadi penyangga IKN untuk sektor perikanan. Untuk itu, Pemkab Berau harus mempersiapkan sumber perikanannya baik dari hasil tangkap ikan hingga budidayanya. “Pemkab Berau harus menggerakkan perekonomian dan mensejahterakan nelayan di Berau,” tandasnya.(adv/Elton)