Sinergi Hidayatullah untuk Umat di Tengah Puing Bencana

bentuk respons kemanusiaan dan penegasan solidaritas, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Pantaicempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang

KLIK BORNEO – ACEH. Tragedi banjir bandang besar yang melanda sebagian wilayah Pulau Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sekitar 26 November lalu, menyisakan dampak kehancuran dan trauma mendalam. Sebagai bentuk respons kemanusiaan dan penegasan solidaritas, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Pantaicempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, pada Ahad (14/12/2025).

Kunjungan ini bertujuan melihat kondisi riil dan memastikan kinerja tim relawan gabungan Baitul Maal Hidayatullah (BMH), SAR Hidayatullah, dan PosDai, yang telah beroperasi di garda terdepan sejak hari kedua pasca-bencana. Kehadiran Hidayatullah di lokasi adalah bukti nyata komitmen lembaga terhadap ummat dan sesama dalam penanganan pasca-bencana.

Di lokasi, Ustadz Naspi mendatangi Masjid Al-Hidayah, yang menjadi saksi bisu keganasan bencana. Ia berdialog dengan Kepala Takmir Masjid, Rusli, yang menceritakan kesaksian mencekam sebagai bencana terparah yang ia alami.

Rusli menggambarkan tingkat kerusakan parah yang melanda, hingga memaksa ratusan warga lari menyelamatkan diri ke perbukitan. “Batas air yang merendam masjid ini sampai di atas kubah, Pak, dan plafonnya ambruk,” ungkap Rusli, menyoroti kehancuran total pada harta benda dan perlengkapan ibadah.

Ia juga mengenang masa-masa sulit tanpa bantuan awal, “Kami cuma ambil baju-baju yang terdampar di pohon. Inilah kerja kami sebelum datang bapak-bapak ini,” ujarnya, menceritakan perjuangan awal warga.

Mendengar langsung cerita warga, Ustadz Naspi Arsyad menyampaikan apresiasi mendalam terhadap semangat kebersamaan dan menegaskan bahwa timnya telah membawa bantuan logistik, makanan, dan perlengkapan di berbagai titik di Sumatera.

Ustadz Naspi menekankan bahwa persaudaraan itu nyata, dibuktikan dengan kehadiran relawan dari berbagai daerah. “Persaudaraan itu nyata di tengah-tengah ummat Islam,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Hidayatullah dirasakan ummat, tidak hanya untuk memulihkan luka fisik, tetapi juga untuk mendampingi keislaman dan keimanan saudara-saudara yang terdampak melalui dakwah.

Menanggapi kebutuhan vital warga, Ustadz Naspi Arsyad menjanjikan komitmen lanjutan untuk menyemarakkan kembali Masjid Al-Hidayah. Ia menugaskan BMH untuk segera mengurus kebutuhan karpet dan perlengkapan masjid. “Teman-teman BMH bukan hanya menyalurkan, tapi akan bersamai,” tutupnya, memastikan komitmen pendampingan fisik dan spiritual Hidayatullah bagi ummat dalam jangka panjang.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT