SMPN 1 Sangatta Utara Bangun Budaya Belajar Bermakna Lewat Ritual 15 Menit Pasca Apel

KLIK BORNEO – SANGATTA. Untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih reflektif dan mendorong kebiasaan belajar jangka panjang, SMPN 1 Sangatta Utara mengembangkan program pembiasaan 15 menit setelah apel atau upacara rutin.

Inisiatif ini merupakan bagian dari penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menjadi fokus sekolah dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, sekolah juga memperkuat ekosistem literasi melalui pengembangan Perpustakaan Digital.

“Langkah ini dirancang agar seluruh siswa dapat mengakses bahan bacaan secara praktis, sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi mereka untuk meningkatkan minat baca di era teknologi,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Kepala SMPN 1 Sangatta Utara, Yetti Arika Desiviana, mengungkapkan bahwa pembiasaan membaca dan berpikir kritis dilakukan tiga kali dalam sepekan.

Setiap Selasa siswa mengikuti literasi sastra, Rabu diisi dengan numerasi, dan Kamis difokuskan pada literasi keagamaan.

“Ketiga kegiatan ini kami jalankan agar anak-anak terbiasa memahami bacaan, melatih nalar, dan membangun sikap spiritual yang seimbang,” jelasnya.

Bagi Yetti, pembiasaan tersebut bukan sekadar agenda rutin, literasi membantu siswa membuka sudut pandang baru dan mempertajam imajinasi, numerasi memperkuat kemampuan analitis dan logika, sementara literasi agama menanamkan pemahaman moral dan nilai kehidupan dan menegaskan bahwa pendidikan harus menyentuh karakter siswa, bukan hanya prestasi akademik.

Di tengah agenda harian tersebut, sekolah tetap melanjutkan dua kegiatan tahunan unggulan yakni Spansa Tarakap dan Pesta Karya.

Spansa Tarakap menjadi ajang olahraga yang mempertemukan pelajar SD dan SMP dalam pertandingan voli, basket, dan futsal.

“Tradisi ini telah lama menjadi sarana mempererat persahabatan sekaligus menumbuhkan sportivitas,” tambahnya.

Sementara Pesta Karya hadir sebagai ruang ekspresi kreatif siswa, tahun ini kegiatan tersebut mengusung tema kearifan lokal.

Setiap kelas menampilkan karya, membuka stan kewirausahaan, dan mengikuti beragam lomba tradisional seperti tarsul dan egrang.

Menurut Yetti, kegiatan ini membiasakan anak-anak untuk mandiri, bekerja sama, dan mencintai budaya daerah.

Dengan jumlah siswa mencapai 1.099 dan didukung 85 tenaga pendidik, SMPN 1 Sangatta Utara terus memperkuat upaya menghadirkan suasana belajar yang inspiratif dan menyeluruh.

“Komitmen sekolah adalah memastikan bahwa setiap peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, cerdas, dan terbiasa belajar secara bermakna,” pungkasnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT