Soroti Anjloknya Harga TBS di Berau, DPRD Akan Panggil Perusahaan

KLIK BORNEO- BERAU. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menyoroti anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Berau sejak Maret 2025. Selain harga yang kurang kompetitif, ia menilai jauhnya lokasi pabrik pengolahan di daerah tersebut turut menyulitkan para petani.

Dari hasil rapat bersama Dinas Perkebunan dan pemantauan langsung di lapangan, Sutami mengungkapkan bahwa banyak petani di wilayah pesisir lebih memilih menjual TBS ke perusahaan di Kutai Timur, seperti BHL dan PTH, karena menawarkan harga beli yang lebih tinggi. “Dari informasi di lapangan, mereka memang memberikan harga yang lebih baik. Jadi wajar jika petani memilih menjual ke sana,” ujarnya.

Ia juga menyesalkan sikap perusahaan pengolahan di Berau yang dinilai lambat menyesuaikan harga sesuai ketetapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, perusahaan cenderung cepat menurunkan harga saat pasar turun, namun lambat menaikkan harga ketika pasar membaik.

“Saya minta Dinas Perkebunan bertindak tegas dalam menegakkan aturan harga dari provinsi. Jangan sampai perusahaan berlaku semaunya dan merugikan petani,” tegasnya.

Sutami juga menyoroti disparitas harga yang cukup mencolok di wilayah pesisir seperti Labalang, yang mencapai selisih Rp300 hingga Rp400 per kilogram dibandingkan dengan daerah lain. Ia mengkhawatirkan hal ini dapat berdampak pada keberlanjutan sektor perkebunan dan pencapaian target produksi daerah.

Ia bahkan mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang bermain dalam lambatnya penyesuaian harga di tingkat perusahaan. “Apakah ada keterlibatan oknum dari dinas atau pihak perusahaan, belum bisa dipastikan. Tapi ini harus ditelusuri. Jika dibiarkan, petani yang akan terus dirugikan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Komisi II DPRD Berau berencana turun langsung ke lapangan dan memanggil sejumlah perusahaan guna mencari solusi dan memastikan harga sawit yang adil bagi petani. “Negara harus hadir untuk rakyat. Jangan biarkan petani berjuang sendirian di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat,” tutup Sutami.(Adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT