Target DPUPR Infrastruktur Long Lamcin Akan Ditangani di APBD-P 2024

DPUPR Berau sudah meninjau kondisi jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan tersebut pada Juni 2024 lalu. Situasi di lapangan memang menunjukkan bahwa jalan dan jembatan yang ada sudah selayaknya ditangani segera.

 

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), memastikan akan menangani jalan dan jembatan menuju Kampung Long Lamcin di Kecamatan Kelay yang saat ini berada dalam kondisi rusak parah.

Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi menegaskan terdapat anggaran biaya tambahan atau APBD-P 2024 yang sudah disiapkan serta masuk ke DPA pihaknya, untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang ada di wilayah itu.

“Tahun ini di APBD-P ada pengadaan armco gorong-gorong baja bergelombang dan bailey. Anggarannya sudah disetujui. Tinggal realisasi pengadaan material. Pengadaan bailey Rp 4 miliar, armco Rp 2 miliar,” ungkapnya kepada wartawan Klikborneo, Kamis (12/9/2024) malam.

Disampaikannya, dirinya sudah meninjau kondisi jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan tersebut pada Juni 2024 lalu. Situasi di lapangan memang menunjukkan bahwa jalan dan jembatan yang ada sudah selayaknya ditangani segera.

“Aku ke sana waktu itu, sekitar Bulan Juni tanggal 20-an. Memang parahlah. Mobil kami juga sangkut. Kami juga sudah ninjau kemarin posisi untuk pasang gorong-gorong baja bergelombang dan bailey,” bebernya.

Diakuinya, saat peninjauan atau survei dilakukan kerusakan jalan tidak separah jembatan. Meskipun jalan berada dalam kondisi rusak berat, jalan tersebut masih bisa dilalui. Sedangkan jembatan tidak bisa dilalui oleh masyarakat.

“Jalan masih mending. Kalau jembatan orang tidak bisa lewat sama sekali. Kalau nanti kita ke sana untuk angkut material, jalan kita benahi juga. Nah program itu adanya di APBD-P. Mudah-mudahan bulan depan kita sudah bisa adakan materialnya,” jelasnya.

Kondisi jalan rusak tersebut, lanjutnya, turut diakibatkan oleh banyaknya kendaraan logging yang melintas setiap hari di atas badan jalan itu. Berikutnya diperparah oleh banyaknya anak sungai yang mengalir dan menggenangi badan jalan.

“Memang ada banyak anak sungai yang melintas di jalan. Sehingga itu nanti mau kita pasang armco gorong-gorong baja bergelombang untuk timbun dulu,” terangnya.

Meskipun akan diperbaiki, tambahnya, penanganan yang ada tidak bersifat permanen. Namun, yang pasti kondisi kerusakan yang parah itu bisa diatasi terlebih dahulu agar bisa dilalui oleh masyarakat dan kendaraan yang melintas.

“Kalau sudah ada material kita akan segera ke lokasi. Nanti kita minta dukungan juga dari perusahaan dan koordinasi dengan masyarakat untuk perbaikan itu. Jadi, rencananya kolaborasi,” imbuhnya.

Menanggapi media ini terkait status jalan entah berada di atas Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) atau tidak, Junaidi menegaskan sedang melakukan koordinasi dengan pihak yang berwenang. Berikutnya, memastikan lagi statusnya sesuai SK terbaru penetapan kawasan hutan.

“Ada informasi ada sebagian yang sudah dilepas, ada sebagian masih belum. Makanya pengadaan bailey dan armco ini yang semi permanen. Pokoknya kita upayakan untuk masyarakatlah, lebih bagus dari kondisi yang ada saat ini,” tandasnya. (adv/Elton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT