KLIK BORNEO – BERAU. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Berau pada 2024 lalu telah meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kemiskinan masyarakat yang berpotensi kembali meningkat tahun ini.
Berhadapan dengan persoalan itu, pemerintah daerah diminta untuk kreatif membuka lapangan kerja baru yang bisa menampung para pencari kerja. Terutama dari sektor-sektor non potensial.
Terkait iti, Anggota DPRD Kabupaten Berau Grace Warastuty Langsa bahkan mendorong pemerintah daerah untuk dapat membuka lapangan kerja melalui pengelolaan Bank Sampah. Hal itu juga merupakan salah satu solusi mengatasi pengangguran di Berau.
Untuk mencapai maksud itu, menurutnya, dinas terkait harus aktif melakukan pendampingan dan pengawasan, juga menyediakan anggaran sampai ke tingkat kampung, kelurahan, dan RT.
Jika hal itu terwujud maka dalam pengelolaan Bank Sampah, program pemberdayaan masyarakat juga sebenarnya sedang dilaksanakan.
“Dinas terkait ini harus cekatan juga ya melihat peluang yang ada. Lalu harus ada kolaborasi dan kerja sama dengan kepala kampung, lurah, dan RT tentang pembuatan Bank Sampah. Saya harap mereka bisa mengalokasikan anggaran untuk Bank Sampah,” ungkapnya.
Diakuinya, saat ini jumlah penduduk di Berau mulai bertambah. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tak hanya diikuti dengan bertambahnya jumlah sampah tetapi juga dengan masalah pengangguran.
“Saya melihat pemukiman warga padat penduduk di tengah kota terus bertambah. Tapi masih minim tempat sampah setiap rumah dan menurut saya Bank Sampah harus diwujudkan,” tegasnya.
“Membangun bank sampah itu bisa pakai dana RT yang telah ditetapkan Pemkab Berau atau bisa juga lewat kas RT hasil iuran per rumah harus dimanfaatkan maksimal dan transparan informasi anggaran tersebut,” sambungnya.
Ditambahkannya, pemanfaatan dan pengelolaan Bank Sampah secara maksimal dan berkelanjutan, tentu tidak hanya mengurangi pengangguran. Pada saat bersamaan ekonomi masyarakat pun sebenarnya sedang bertumbuh.
“Menurut saya juga kehadiran Bank Sampah masyarakat bisa menciptakan produk nilai ekonomis baik itu tas, tempat makan, taplak meja, gaun daur ulang, hingga pupuk,”
Ke depan, politisi PDIP tersebut berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian yang serius terhadap masalah sampah yang ada. Berikutnya, angka pengangguran dan kemiskinan masyarakat yang harus diatasi melalui pengelolaan sampah.
“Jika masyarakat punya ketrampilan, saya yakin juga mereka punya pemikiran berbisnis ekonomi kreatif. Karena RT dan Lurah sudah memberikan mereka wadah berbisnis, menurut saya menjadi poin penting bagi pembangunan masyarakat di Berau,” pungkasnya. (Adv/Elton)