TPT Masih Tinggi, Fokus Pembangunan Tak Boleh Hanya Proyek Fisik

KLIK BORNEO – BERAU. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Berau saat ini masih terglong tinggi. Kondisi tersebut tentu perlu diatasi melalui kebijakan konkret berkelanjutan dan tepat sasaran tanpa harus terfokus pada pembangunan infrastruktur semata.

Terkait itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menjelaskan persoalan pengangguran tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi menekan tingkat kesejahteraan masyarakat. Mengatasinya pun tidak hanya dengan menyiapkan lapangan kerja.

Menurutnya, faktor di balik meningkatnya TPT bukan semata karena keterbatasan lapangan kerja. Justru sebaliknya karena ketidaksiapan SDM lokal dalam memenuhi tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berbasis keterampilan.

“Persoalannya bukan hanya minimnya lowongan pekerjaan, tetapi juga kesiapan tenaga kerja kita,” ungkapnya.

“Banyak sektor membutuhkan keterampilan khusus, sementara tenaga kerja lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi standar tersebut,” sambungnya.

Untuk mengatasi masalah SDM itu, lanjutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pengembangan SDM melalui program yang terarah, seperti pelatihan berbasis kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, serta kemitraan aktif dengan perusahaan yang beroperasi di Berau.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar tidak kalah bersaing dengan pekerja dari luar daerah. Karena itu, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan.

“Evaluasi komprehensif diperlukan agar upaya pengentasan kemiskinan benar-benar efektif. Targetnya, dalam lima tahun ke depan angka kemiskinan bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Sutami juga mendorong agar arah pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi juga pada program peningkatan kualitas SDM. Pasalnya, infrastruktur tanpa SDM yang memadai hanya sia-sia belaka.

“Infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas masyarakat agar peluang ekonomi yang tercipta dapat dimanfaatkan secara optimal,” bebernya.

Ditambahkannya, indikator keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari realisasi anggaran dan pembangunan fisik semata. Ketersediaan lapangan kerja, menurunnya TPT dan kemiskinan juga turut mempengaruhi.

“Ukuran keberhasilan pembangunan adalah dampaknya bagi masyarakat. Ketika lapangan kerja terbuka dan kemiskinan berkurang, di situlah pembangunan benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT