BERAU. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau siap melakukan perhitungan suara ulang. Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan laporan demokrat. Bahkan sudah ada jadwal perhitungan ulang di 6 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Berau, dari 147 TPS se Kalimantan Timur. Namun demikian, untuk petunjuk teknis (Juknis) belum ada.
Ketua KPU Berau, Budi Harianto mengungkapkan, untuk jadwal perhitungan ulang pada tanggal 26 Juni mendatang. Perhitungan ulang itu, tetap membutuhkan Juknis dari KPU pusat, sebagai acuan KPU Berau melaksanakan.
Tetap dengan menyesuaikan kondisi di Bumi Batiwakkal. “Jadwalnya sudah ada, yakni tanggal 26 Juni mendatang, tetapi belum ditentukan jam berapa dan tempatnya dimana,” ungkapnya Rabu (19/6) kemarin.
Khusus untuk tempat, Budi mengungkapkan, pihaknya sampai saat ini belum menentukan tempat pastinya perhitungan suara. Sejauh ini ada 2 kemungkinan tempat perhitungan suara yang memungkinkan dan paling ideal.
“Pertama di kantor KPU sendiri, kedua di gudang,” sebutnya. Hal penting lainnya, yakni pengamanan. KPU Berau sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk back up pengamanan selama perhitungan suara ulang nanti.
“Pasti, kami sudah koordinasi dengan aparat, sudah memberitahukan jadwal yaitu tanggal 26, tetapi belum menyampaikan jam berapa pelaksanaan, kemudian juga belum menyampaikan tempatnya, karena kami memang belum tetapkan apakah di gudang atau kantor KPU,” terang Budi lagi.
Namun dari 2 opsi tempat itu, perhitungan di kantor KPU yang menurut Budi paling ideal. Ditanya soal kemungkinan adanya perubahan atau pergeseran calon berdasarkan perhitungan ulang itu, apakah signifikan atau tidak, Budi mengaku tidak bisa memberikan keterangan apa-apa.
Sebab menurutnya, di Beau hanya ada 6 TPS yang diminta perhitungan ulang. “Kita belum tahu, signifikan atau tidak, ada perubahan komposisi calon atau tidak, tetapi kalau di Provinsi mungkin saja karena 147 TPS,” jelasnya.
KPU menurutnya hanya untuk memastikan kebenaran dari klaim pihak Demokrat. Pembuktian bahwa ada indikasi kesalahan yang menyebabkan suara Demokrat berkurang sementara partai lain bertambah. Kepastian dari klaim itu hanya bisa dibuktikan pasca perhitungan ulang. “Nanti baru bisa kita lihat benar atau tidak. Kemudian hasilnya signifikan atau tidak, bisa merubah komposisi atau tidak,” tutupnya. (am)