KLIK BORNEO – BERAU. Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada), baik bupati maupun gubernur secara tidak langsung atau oleh DPRD pernah menguat belakangan ini. Berikutnya, hendak dilaksanakan pada periode selanjutnya.
Wacana ini pun sontak melahirkan polemik di tengah masyarakat lantaran dinilai penuh intrik politik dan berbahaya bagi demokrasi. Namun, tak sedikit kalangan partai politik yang diam-diam mendukung wacana tersebut.
Anggota DPRD Berau, Sutami ketika dimintai pendapatnya terkait wacana itu pun mendukung pelaksanan Pilkada tak langsung tersebut. Dengan alasan, sebagai bagian dari upaya besar memperbaiki sistem demokrasi.
“Tokoh-tokoh partai politik ini ingin supaya Pilkada ini dipilih secara tidak langsung, atau melalui DPRD, kenapa tidak kita coba?” ungkapnya.
“Kalau dia tidak baik tidak perlu diteruskan. Tapi jika lebih baik ya bisa dilaksanakan,” jelasnya.
Selain sebagai salah satu upaya memperbaiki sistem, menurut Sutami, Pilkada tak langsung juga memberi ruang bagi DPRD untuk dapat menjaga marwahnya di hadapan kepala daerah.
Pasalnya, selama ini banyak usulan DPRD terkait aspirasi masyarakat untuk suatu kebijakan sukar mendapat tanggapan positif dari kepala daerah. Akibatnya dominasi kebijakan masih bergerak dari mulut kepala daerah.
“Hal itu nyata misalnya ketika musrenbang, usulan dari dewan terkait aspirasi masyarakat kurang terealisasikan dan bahkan diabaikan,” jelasnya.
Peluang dilaksanakannya Pilkada langsung juga dapat dilakukan, lantaran bagi Sutami, sistem pemilihan langsung saat ini terlalu menghabiskan banyak biaya. Imbasnya, korupsi jabatan dan kebijakan kian merajalela.
“Lalu Pilkada langsung juga memberi peluang besar bagi rakyat untuk memilih pemimpin yang tidak kompeten,” bebernya.
Diakuinya, memang Pilkada tak langsung juga mempunyai sisi negatif. Rakyat yang sebelumnya memiliki hak untuk memilih akhirnya tidak lagi mempunyai hak pilih lantaran haknya sudah diambil oleh DPRD.
“Tapi sepanjang pemilihan tak langsung itu demi kepentingan masyarakat, kenapa tidak kita coba. Karena hari ini kita butuh banyak cara untuk memperbaiki sistem demokrasi kita,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi