KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Berau, Abdul Waris mendorong pemerintah daerah melaui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau untuk membuat kajian terkait potensi CSR semua perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Berau.
Untuk memastikan kajian itu berjalan baik, Waris juga mendorong agar dalam pelaksanaannya, pihak kampus juga turut dilibatkan.
Menurut Waris, selama ini pengelolaan CSR hingga anggaran CSR belum diketahui secara pasti. Bahkan tidak semua perusahaan melaporkan pengelolaan dana CSR-nya secara transparan.
“Ada berapa dana CSR di Berau? Apakah CSR itu hanya dari tambang? Kan ada Bapenda. Buat dong kajian CSR. Kalau bisa di APBD-P buat kajian potensi CSR,” ungkapnya.
“Itu (kajian) gampang kok. Dari segi akademik, banyak ahli-ahli dari kampus yang bisa mengkaji berapa sebenarnya potensi CSR,” sambungnya.
Selain untuk mengetahui realisasi CSR, lanjut Waris, kajian yang dibuat tersebut dapat dipakai sebagai dasar dalam merevisi peraturan daerah (Perda) CSR yang selama ini belum detail.
“Kajian ini jadi dasar kita untuk merevisi Perda CSR. Dengan legalitas itu kita mengikat perusahaan supaya bisa memberikan atau melaporkan uangnya,” tandasnya.
Waris berharap kajian itu dapat terlaksana agar masalah CSR yang selama ini dikeluhkan dapat diketahui secara transparan dan menjadi dasar bagi perumusan Perda CSR ke depannya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi