Kutim Bersiap Terapkan Sistem Sampah Cerdas, Atasi Lonjakan 220 Ton per Hari

 

KLIK BORNEO – SANGATTA. Peningkatan jumlah sampah harian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pemerintah daerah mempercepat penerapan manajemen persampahan berbasis teknologi. Langkah ini diambil agar proses pengumpulan hingga pengolahan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menilai bahwa teknologi menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah di daerah yang pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonominya terus meningkat.

Ia menegaskan perlunya pendekatan modern untuk menghindari risiko kegagalan pengelolaan. “Volume sampah kita sudah mencapai 220 ton setiap hari. Tanpa sistem yang cerdas, pengelolaan bisa kewalahan, karena itu kita siapkan perencanaan yang terintegrasi secara digital,” jelasnya, Rabu (19/11/2025).

Melalui sistem baru tersebut, Pemkab Kutim dapat memonitor sumber sampah dan mengatur jadwal pengangkutan secara langsung di lapangan. Mekanisme real-time ini membuat petugas lebih cepat merespons titik-titik penumpukan, terutama di kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas.

Noviari mengungkapkan bahwa pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) juga menjadi bagian dari strategi digital ini.

Fasilitas tersebut nantinya sampah akan diproses mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali, sementara sisa residu dipastikan tertangani dengan benar. “Setiap ton sampah harus bisa memberikan manfaat. Itu prinsip ekonomi sirkular yang ingin kita dorong,” tambahnya.

Tak hanya infrastruktur, Pemkab Kutim juga menyiapkan kanal partisipasi publik berupa aplikasi pelaporan dan materi edukasi digital mengenai pemilahan sampah rumah tangga. Pemerintah berharap cara ini dapat membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Menurut Noviari, keberhasilan penerapan sistem digital akan menjadi perubahan besar bagi sektor lingkungan hidup di Kutim. “Dengan data yang terekam secara akurat, kita bisa mengendalikan volume dan karakter sampah. Ini sangat membantu dalam merancang kebijakan jangka panjang,” ungkapnya.

Selain mendukung efisiensi operasional, sistem persampahan cerdas ini juga diproyeksikan mampu membuka peluang usaha baru, terutama bagi UMKM dan pelaku industri pengolahan.

Pemkab Kutim disebut sedang menyiapkan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem daur ulang di daerah. “Kita tidak hanya berbicara soal kebersihan kota, tapi juga potensi ekonominya. Sampah bisa menjadi peluang usaha,” tutup Noviari.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT