KLIK BORNEO – BERAU. Keberadaan SD Filial di RT 12 Kampung Labanan Jaya (atau yang lebih dikenal dengan Lamin) di Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau belum juga dimanfaatkan hingga saat ini, pasca rampung dibangun 3 tahun lalu.
Ketiadaan guru menjadi menjadi faktor penentu belum beroperasinya fasilitas pendidikan itu. Kondisi tersebut tentu harus diperhatikan secara lebih serius oleh pemerintah daerah.
“Hampir 3 tahun belum ada guru di sana,” ungkap Anggota DPRD Berau, Suharno dalam kegiatan Musrenbang Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu 7/2/2026).
Disampaikannya, kehadiran gedung sekolah tersebut telah lama dinantikan masyarakat setempat. Akses ke sekolah lain yang jauh dan melelahkan siswa serta orang tua murid, menjadi alasan dibangunnya sekolah itu.
Namun, sayangnya kehadirannya seperti dibiarkan begitu saja. Ketiadaan guru dan tak adanya kegiatan belajar mengajar dikhawatirkan membuat keadaan sekolah itu rusak sendiri tanpa pernah dipakai.
“Jadi, saya mohon Kadisdik, tahun ini sekolah itu bisa dimanfaatkan,” pintanya.
Menanggapi masalah tenaga guru itu, Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan usulan Suharno tersebut akan ditindaklanjuti.
Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi penghapusan honorer oleh pemerintah pusat dan kekurangan tenaga guru berstatus PNS dan PPPK masih menjadi problem pendidikan yang belum diselesaikan hingga saat ini.
“Jadi tenaganya di SD itu kita tunggu saja dulu di pengadaan baru,” tegasnya singkat. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi