Belajar dari Rujab Gubernur, Pemkab Perlu Hemat Anggaran Perbaiki Gedung yang Masih Layak

KLIK BORNEO – BERAU. Perbaikan rumah jabatan (Rujab) Gubernur Kaltim yang menelan APBD Provinsi senilai Rp25 masih melahirkan kontroversi belakangan ini. Hal itu pun dikhawatirkan merambah ke kabupaten, terutama terkait alokasi anggaran untuk perbaikan bangunan dan gedung.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Berau, Thamrin meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk dapat belajar dari masalah rujab gubernur tersebut. Berikutnya, tidak terlalu membuang anggaran untuk pembangunan bangunan dan gedung yang masih layak pakai.

“Kita memang harus antisipasi supaya di daerah kita tidak seperti itu, habiskan anggaran yang besar untuk rumah jabatan yang masih layak pakai,” ungkapnya.

Diakuinya, beberapa waktu lalu di Berau juga sempat muncul wacana terkait pembangunan dan perbaikan gedung dewan serta rumah singgah dewan. Namun, wacana itu kemudian hilang lantaran efisiensi dan penolakan masyarakat.

“Sehingga tidak bisa dipaksakan. Apalagi efisiensi,” jelasnya.

Menurutnya, perbaikan gedung atau bangunan, mulai dari rujab hingga gedung dan bangunan dinas lain hanya dapat dilakukan apabila bangunan tersebut berada dalam kondisi darurat dan memang perlu diperbaiki segera.

“Tapi selama itu masih aman, tidak bocor, masih nyaman, sebaiknya alokasikan untuk yang lebih prioritas,” pintanya.

Thamrin berharap semua pembangunan yang dilaksanakan tetap mengacu pada perencanaan yang telah dibahas bersama. Agar sasaran yang dikejar tidak keluar dari koridor yang seharusnya.

“Kita sudah ada perencanaan namanya musrenbang. Tahapannya mulai dari bawah, RT, kampung, kecamatan, sampai kabupaten. Tentu pembangunan kita mesti mengacu dari musrenbang itu,” tandasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT