KLIK BORNEO – BERAU. Kondisi infrastruktur Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb yang kerap terdampak cuaca ekstrem serta persoalan kelebihan kapasitas (overload) memantik perhatian serius dari legislatif. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menekankan pentingnya standarisasi kelayakan fasilitas demi menjaga sisi kemanusiaan bagi para warga binaan.
Dedy menyoroti keluhan terkait kondisi beberapa blok hunian yang kerap terendam air saat hujan turun. Menurutnya, lingkungan yang tidak sehat dan tidak nyaman dapat menghambat proses pembinaan yang sedang dijalankan di dalam Rutan. Ia menegaskan bahwa aspek “memanusiakan manusia” harus tetap menjadi prioritas meskipun mereka sedang menjalani masa hukuman.
“Kita harus melihat dari sisi kemanusiaan. Walaupun mereka adalah warga binaan, mereka tetap memiliki hak untuk hidup di tempat yang layak dan nyaman. Kondisi di mana blok penuh sesak, dan masalah genangan air menjadi perhatian dan harus segera dicarikan solusi teknisnya,” tegas Dedy Okto Nooryanto.
Sebagai langkah konkret, Ketua DPRD Berau ini mengusulkan pembangunan atau revitalisasi sistem drainase di sekitar area Rutan. Ia menilai saluran air yang ada saat ini, dengan lebar hanya sekitar 20 sentimeter, tidak lagi mampu menampung debit air, apalagi posisi bangunan Rutan cenderung lebih rendah dibandingkan area sekitarnya.
“Saya mengusulkan pembuatan drainase yang lebih memadai agar genangan air hujan bisa diminimalisir. Kita ingin warga binaan di dalam bisa tinggal dengan lebih manusiawi,” tambahnya.
Selain masalah sanitasi dan drainase, Dedy juga menaruh perhatian besar pada masalah overload. Dengan kapasitas ideal hanya untuk 195 orang, namun kini dihuni hingga sekitar 700an warga binaan, kondisi ini dinilai sudah tidak ideal bagi kesehatan dan keamanan.
“Perbandingan antara kapasitas maksimal dengan jumlah penghuni saat ini sudah sangat jauh. Persoalan daya tampung ini adalah masalah klasik yang harus segera diselesaikan dengan solusi jangka panjang agar standar kelayakan hidup di dalam Rutan benar-benar terpenuhi,” pungkasnya. (Adv)