KLIK BORNEO – BERAU. Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mewakili lembaga DPRD Berau menyampaikan permonan maaf kepada awak media atas pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait ketenagakerjaan, pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta CSR perusahaan tambang batubara tahun 2024-2025 Berau yang digelar secara tertutup, pada Senin (20/4/2026).
Disampaikannya, pelaksanaan RDP itu digelar secara tertutup setelah disepakati secara bersama oleh anggota dewan yang lainnya. Walaupun agenda pembahasannya sama seperti RDP yang digelar sebelumnya pada Maret 2026 lalu.
“Dulu juga sebetulnya rapatnya tertutup. Tapi setelah diskusi dengan teman-teman jadinya rapat tertutup. Tapi kami akan perhatikan lagi ke depannya untuk digelar secara terbuka,” ungkapnya.
“Tidak ada yang kami sembunyikan. Jadi, atas nama lembaga kami minta maaf kepada teman-teman wartawan atas ketidaknyamanan ini,” sambungnya.
Terlepas dari RDP yang digelar secara tertutup itu, Subroto menegaskan bahwa RDP yang dilaksanakan itu bertujuan untuk menggali sejauh mana pelaksanaan program CSR yang telah direalisasikan oleh sejumlah perusahaan yang diundang dalam rapat tersebut.
“Kami ingin mengetahui sampai di mana CSR perusahaan-perusahaan itu. Karena kadang-kadang kami ini juga tidak tahu, jujur aja ya,” jelasnya.
“Karena seperti kami dengar tadi, program CSR ini disinkronkan dengan kampung. Ada yang kepala kampungnya minta beasiswa, minta jalan, sembako,” tambahnya.
Meskipun telah disinkronkan dengan program kampung, khususnya yang masuk dalam wilayah ring 1 – ring 3, Subroto berharap agar hal itu tidak terjadi lagi. Bahkan, politisi Partai Golkar ini berharap agar CSR disinkronkan dengan pelaksanaan program APBD.
Sinkronisasi dengan APBD itu bertujuan agar tidak terjadi tumpang tindih pembiayaan anggaran untuk suatu pembangunan. Misalnya, pembangunan gedung sekolah di salah satu kampung yang telah dialokasikan lewat APBD, jangan lagi dianggarkan melalui CSR.
“Harapan kami ke depan CSR itu tidak seperti itu. Memang CSR itu khusus untuk lingkar tambang, ring 1, ring 2, ring 3. Cuma maksud kami, itu disinkronkan dengan APBD kita,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi