KLIK BORNEO – BERAU. Pelaksanaan program cetak sawah rakyat dan peningkatan luas tambah tanam (LTT) padi di Kabupaten Berau mendapat dukungan langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).
Dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern itu, terutama diarahkan untuk mempercepat pengolahan cetak sawah rakyat di tiga kecamatan, yakni Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Tabalar.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet), DTPHP Berau, Untung Pamilih menjelaskan saat ini bantuan tersebut telah tiba di Berau, meliputi traktor roda 4 sejumlah 4 unit, traktor Roda 2 sebanyak 8 unit, traktor Crawler 7 unit, dan pompa air 4 unit.
“Bantuan ini untuk percepatan cetak sawah serta peningkatan LTT padi. Target besarnya adalah mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ungkapnya, Kamis (30/4/2026).
Disampaikannya, tiga kecamatan tersebut menjadi fokus atau sasaran pelaksanaan program cetak sawah di Berau lantaran memiliki potensi lahan yang luas. Berikutnya, dapat dikembangkan menjadi lumbung padi baru.
“Program cetak sawah ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak 2025 dan kita fokuskan di tiga wilayah itu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Untung menegaskan bantuan alsintan tersebut tidak diberikan dan dikelola secara perorangan. Sebaliknya, diserahkan ke kelompok tani (Poktan) dengan skema pinjam-pakai.
“Alsin diterima oleh Brigade Alsin Dinas, kemudian dipinjam-pakaikan kepada kelompok tani (Poktan) atau Brigade Pangan penerima manfaat cetak sawah,” terangnya.
Untung berharap kehadiran alsintan modern itu dapat mempercepat proses cetak sawah di Berau. Berikutnya, dapat membantu para petani meningkatkan produktivitas padi tahun ini
“Kita juga berharap target tanam tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi