KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) kembali mendorong kemandirian nelayan dan atau pembudidaya lokal melalui pelaksanaan program Unit Pembenihan Rakyat (UPR).
Sebagai tahap awal, program tersebut akan dilaksanakan di empat kecamatan terdekat, yakni Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, dan Gunung Tabur.
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih menjelaskan UPR dilakukan sebagai langkah strategis mempercepat pembinaan dan memastikan ketersediaan benih ikan berkualitas bagi pembudidaya lokal.
“Ini jadi wadah binaan bagi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, lanjutnya, komoditas ikan air tawar seperti nila, mas, dan lele menjadi fokus utama pengembangan.
“Mungkin dulu mereka belum paham bagaimana membenihkan dan sebagainya. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka sudah mandiri,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program itu, Diskan Berau dipastikan memasok benih awal langsung dari Balai Benih Ikan (BBI). Tak hanya itu inovasi kolam terpal juga akan diberdayakan.
“Jadi tidak hanya kolam tanah. Kita juga perkenalkan inovasi untuk budidaya skala rumah tangga,” terangnya.
“Sistem kolam terpal lebih praktis dan memudahkan masyarakat, khususnya untuk pemeliharaan komoditas ikan lele,” sambungnya.
Lebih lanjut, Yunda menegaskan program yang menyasar wilayah-wilayah itu telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan hingga kelompok PKK dan RT.
“Dalam pelaksanaannya, kita juga menggandeng organisasi mitra seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI),” bebernya.
Melalui pembinaan yang terfokus di empat kecamatan ini, Diskan Berau optimis masyarakat tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan konsumsi protein keluarga, tetapi juga mampu menangkap peluang ekonomi baru dari hasil budidaya ikan mandiri. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi