Wujudkan Industri Pariwisata Berkelanjutan, Pemkab Berau Pertajam Matriks Pembangunan Maratua

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem maritim sekaligus menggenjot potensi pariwisata berkelas dunia. Melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Republik Seychelles—negara kepulauan Samudra Hindia yang menjadi pelopor Blue Economy (Ekonomi Biru) global—Kabupaten Berau makin mantap menata Pulau Maratua sebagai destinasi wisata bahari unggulan masa depan.

Kerja sama internasional yang terjalin sejak beberapa tahun terakhir ini membawa dampak positif signifikan, khususnya dalam promosi pariwisata internasional, asistensi pengelolaan kawasan pesisir, hingga penarikan minat investor global ke kawasan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Maratua.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keseimbangan ekologi dan pesatnya investasi swasta, Pemkab Berau saat ini tengah melakukan evaluasi dan penyusunan matriks penataan infrastruktur secara komprehensif. Langkah ini diambil agar pesatnya pembangunan akomodasi komersial seperti cottage dan resort tetap berjalan selaras dengan daya dukung lingkungan pulau-pulau kecil.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat berhati-hati dan responsif melihat pertumbuhan sektor swasta di Maratua. Langkah percepatan penyusunan matriks infrastruktur publik ini menjadi fokus utama Pemkab Berau agar pembangunan tidak merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisata Berau.

“Sinergi dengan Seychelles memberikan pandangan penting mengenai Blue Economy. Pemkab Berau bertekad menyempurnakan matriks dan blueprint penataan ruang di Maratua. Kita ingin memastikan lingkungan pesisir tetap terjaga dengan baik, sistem pengelolaan sampah terintegrasi, dan ketersediaan air bersih terjamin. Jangan sampai pesatnya pembangunan justru mengurangi estetika dan kualitas lingkungan pantai kita,” tegas Gamalis, Selasa (21/7/2026).

Langkah proaktif Pemkab Berau ini juga diselaraskan dengan regulasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait Penataan Ruang Laut dan Wilayah Pesisir. Langkah ini menjadi bukti bahwa Pemkab Berau tidak sekadar mengejar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, tetapi juga memprioritaskan prinsip sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan).

Daya tarik alami Pulau Maratua yang dipadukan dengan strategi promosi Pemkab Berau terbukti terus mendongkrak angka kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara secara konsisten. Pemkab Berau optimis, dengan penataan tata ruang yang makin solid dan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Maratua tidak hanya menjadi surga bagi para penyelam dunia, tetapi juga menjadi percontohan sukses penerapan Ekonomi Biru di Indonesia.(Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT