KLIK BORNEO – BERAU. Kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Berau dinilai terus menunjukkan tren peningkatan yang positif. Berbagai program strategis yang dijalankan berhasil mendongkrak capaian Indeks Kualitas Lingkungan (IKL) dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) daerah secara signifikan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari menyatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di Bumi Batiwakkal yang masih berada dalam kondisi sangat baik.
Berdasarkan data DLHK Berau, Berau pada tahun 2023 lalu berada di angka 97,36 dengan indeks respon 26, lalu melonjak 94,8 persen pada 2024 dengan indeks respon 45,80, dan terus naik pada periode 2025–2026 menjadi 95,26 dengan indeks respon 94,4.
Kenaikan konsisten juga terlihat pada IKLH Kabupaten Berau, di mana pada tahun 2023 tercatat sebesar 75,8, kemudian naik menjadi 78,95 pada 2024, dan merangkak naik hingga menyentuh angka 83,66 pada periode 2025–2026.
“Capaian ini memvalidasi bahwa pengelolaan lingkungan di Berau masih berada pada kondisi baik. Namun, kita tentu perlu melibatkan semua pihak untuk mempertahankan peningkatan kualitas lingkungan hidup ini,” ungkapnya.
Guna menjaga tren positif ini, lanjutnya, DLHK Berau telah melaksanakan rangkaian aksi nyata yang berbasis pada partisipasi masyarakat dan edukasi lingkungan. Beberapa program yang sukses digerakkan antara lain aksi bersih lingkungan melalui kerja bakti massal, penanaman mangrove di kawasan pesisir, serta penguatan program kampung iklim.
Tak hanya itu, pada September 2026 mendatang, DLHK berencana menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kampung Sido Bangen, Kecamatan Kelay, untuk melaksanakan program rehabilitasi lahan kritis.
“Melalui sinergi ini, pemerintah akan melaksanakan penanaman bibit untuk lahan-lahan yang kritis, sehingga fungsi lingkungan dapat pulih kembali secara optimal,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi