KLIK BORNEO – BERAU. Datangnya hujan diprediksikan baru terjadi pada awal hingga pertengahan Oktober. Hal itu menyebabkan jadwal tanam padi di Kabupaten Berau bakal mengalami kemunduran.
Terkait itu, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini meminta petani untuk menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi cuaca. Agar terhindar dari risiko gagal panen.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan tanaman padi, khususnya pada musim rendengan atau musim hujan.
“Jika petani memaksakan penanaman ketika kondisi air belum mencukupi, risiko tanaman tidak berkembang optimal hingga gagal panen bisa meningkat,” ungkapnya.
Disampaikannya, saat ini pihaknya daerah masih akan melihat perkembangan kondisi cuaca sebelum menentukan langkah lebih lanjut. Penyesuaian waktu tanam dinilai lebih penting dibanding memaksakan pola tanam yang berpotensi merugikan petani.
“Kita akan lihat lagi kondisi cuaca ini seperti apa. Kapan waktu tanam padi, waktu rendengan atau musim hujan. Jadi kita harap tidak ada gagal panen lagi,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih sendiri menegaskan bahwa di tengah cuaca yang tak menentu ini, pemerintah daerah akan bersinergi dengan Perum Bulog, terutama dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Kepastian harga dan pasar menjadi bagian penting dalam menjaga semangat petani untuk meningkatkan produksi. Petani tidak hanya membutuhkan dukungan dari sisi budidaya, tetapi juga kepastian bahwa hasil panen mereka dapat terserap dengan harga yang layak.
“Bulog saya ajak bersinergi dan jaga stabilitas harga gabah di tingkat petani dan jaminan pasar yang sehat akan menjadi stimulus bagi produksi tanpa rasa,” jelasnya.
Sinergi tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat posisi petani ketika memasuki masa panen. Dengan adanya jaminan pasar dan harga yang lebih stabil, petani memiliki kepastian dalam menghitung biaya produksi sekaligus pendapatan yang akan diperoleh.
“Kita tidak boleh bergantung pasokan dari luar daerah. Tentu harus mandiri karena potensi kita dengan daerah lain itu sama,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi