Berau Siaga Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

KLIK BORNEO – BERAU. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi tantangan besar yang tengah dihadapi Kabupaten Berau saat ini.

Berdasarkan data terbaru, Berau tercatat memiliki 533 titik panas, menjadikannya wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menanggapi situasi krusial ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bergerak cepat dengan menetapkan status siaga dan mengedepankan strategi kolaborasi lintas sektor yang masif serta terintegrasi.

Komitmen kuat tersebut ditegaskan kembali oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, dalam acara Penyuluhan Penanganan Karhutla yang diinisiasi oleh Kodim 0902/Berau di Aula Paradita pada Selasa (1/9/2026).

Kegiatan strategis ini menghadirkan langsung pakar dari Mabes TNI, Kolonel ARM La Ode Irwan Halim, sebagai wujud nyata kepedulian pusat terhadap kondisi lingkungan di Bumi Batiwakkal.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan penuh dari Mabes TNI. Kehadiran ini memperkuat barisan kita dalam menghadapi situasi Karhutla yang sedang melanda,” ungkapnya.

Menurut Gamalis, dampak Karhutla tidak sekadar merusak lingkungan, tetapi juga telah menyentuh aspek kesehatan masyarakat hingga pergerakan ekonomi daerah.

Menyikapi kualitas udara yang sempat masuk dalam kategori tidak sehat pada akhir Agustus lalu, Pemkab Berau tidak tinggal diam.

Sejumlah langkah taktis dan protektif langsung dieksekusi demi keselamatan warga, mulai dari modifikasi cuaca selama 5 hari berturut-turut untuk menekan pertumbuhan titik api.

“Lalu BDR untuk melindungi generasi muda dan anak-anak sekolah dari paparan asap pekat yang berbahaya,” jelasnya.

“Lalu kita juga sudah kerahkan pasukan gabungan dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan relawan untuk terus berjibaku di garda terdepan memadamkan api,” sambungnya.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, Gamalis mengaku semua upaya itu masih setengah perjuangan.

Tantangan terbesarnya adalah menghentikan dari mana sumber api itu berasal. Karena itu, Pemkab Berau kini fokus meningkatkan komunikasi publik, kecepatan informasi, dan yang terpenting: kesadaran kolektif masyarakat.

“Kesadaran masyarakat dan sinergi bersama lintas sektor menjadi kunci utama mengatasi masalah ini,” bebernya.

Gamalis berharap lewat forum bersama TNI tersebut, pola pencegahan dan penanganan bencana yang jauh lebih efektif dan modern dapat tercipta.

“Mari bersama-sama kita jaga alam Berau. Stop pembakaran lahan secara liar, laporkan titik api dengan cepat, dan dukung penuh kerja keras para petugas di lapangan demi Berau yang sehat, hijau, dan bebas asap,” tandasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT