Pemkab Berau Siapkan 6 Strategi Amankan Kuota BBM

KLIK BORNEO – BERAU. Dugaan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa hari terakhir sangat meresahkan masyarakat. Pada beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti di Bujangga dan Rinding, antrean kendaraan yang panjang tak bisa terelakkan hingga memicu kepanikan warga.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat menindaklanjuti keresahan warga dan memastikan ketersediaan BBM aman tanpa mengabaikan wilayah pesisir maupun pedalaman.

“Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen merumuskan langkah taktis dan regulasi yang ketat agar penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran serta tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan oleh antrean panjang maupun kelangkaan,” tegas Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

Situasi sempat diperparah dengan kekosongan stok di tingkat pengecer akibat tersendatnya jalur kapal tanker pengangkut pasokan minyak karena kendala cuaca dan pasang surut air sungai. Meskipun situasi telah diredam dengan penyaluran BBM di 6 SPBU pada Selasa (1/9/2026), situasi ini dikhawatirkan kembali terjadi apabila kuota tidak ditambah dan distribusi tidak diatur secara tegas.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Berau, Slamet Riyadi, menjelaskan saat ini distribusi BBM dari pihak Pertamina diprioritaskan untuk mengurai penumpukan antrean di wilayah perkotaan, tanpa melupakan pasokan ke wilayah pesisir dan pedalaman.

“Distribusi ke wilayah pesisir tetap berjalan bertahap. Namun, untuk kebutuhan perkotaan dalam rangka mengurai antrean panjang, kami minta diprioritaskan dulu,” ungkap Slamet Riyadi, Rabu (2/9/2026).

“Bukan hanya pesisir, bahkan pedalaman daerah hulu juga sudah mulai dalam pengiriman kuota dari pihak SBM-Pertamina,” sambungnya lagi.

Lebih lanjut, Slamet menegaskan bahwa Pemkab Berau bersama Bupati dan jajaran Muspida merancang enam strategi utama untuk menertiban penyaluran bahan bakar.

Strategi pertama adalah penerapan barcode kendaraan secara ketat sesuai fisik kendaraan guna menindak oknum pengetap. Strategi kedua yaitu penyeragaman jam operasional pelayanan di seluruh SPBU dan Pertashop yang disertai pengawasan rutin.

Langkah ketiga diwujudkan melalui penyediaan hotline pengaduan real-time bagi masyarakat di setiap titik pengisian. Kemudian strategi keempat ditempuh lewat pengawasan lintas sektor yang melibatkan penegak hukum serta OPD terkait untuk mengawal alur distribusi BBM.

Strategi kelima berfokus pada edukasi larangan panic buying agar warga membeli BBM sesuai kebutuhan harian. Terakhir, strategi keenam mengandalkan kolaborasi total seluruh jajaran Muspida dalam mengawal pelayanan penyaluran BBM di Kabupaten Berau agar tetap sehat, tepat sasaran, dan bebas penyelewengan.(Adv)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT