KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memastikan program pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tetap berlanjut. Kebijakan ini menegaskan komitmen daerah dalam menopang sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan sebagai pilar utama ekonomi Bumi Batiwakkal di tengah efisiensi anggaran daerah.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menjelaskan bahwa keterbatasan kas daerah tidak surut menghambat mekanisasi pertanian. Pemkab Berau secara aktif menjalin sinergi bersama pemerintah pusat guna menghadirkan stimulus bantuan. Keberhasilan lobi anggaran pusat tersebut dibuktikan dengan realisasi bantuan bibit kakao serta kelapa dalam, yang masing-masing dialokasikan untuk lahan seluas 200 hektare.
“Komitmen kami untuk menyalurkan alsintan tetap berlanjut di tengah efisiensi anggaran demi menjaga produktivitas para petani dan nelayan kita,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, merincikan bahwa pemerintah daerah secara konsisten mendistribusikan alsintan berupa traktor roda dua, rice transplanter, hingga unit pompa air dan drone pertanian untuk mendukung efisiensi kerja para kelompok tani di kawasan strategis.
“Intervensi bantuan alsintan terus kami optimalkan agar cakupan mekanisasi lahan pertanian merata dan mampu memangkas biaya produksi petani,” jelas Kepala DTPHP Berau, Lita Handini.
Melalui penyaluran bantuan yang tepat sasaran, Pemkab Berau optimistis target swasembada pangan nasional dapat terwujud di tingkat daerah. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak maju memanfaatkan dukungan fasilitas yang telah dialokasikan.
“Tahun ini insyaallah kita dapat alokasi alsintan lagi, sehingga petani tak perlu patah arang karena target swasembada ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sri Juniarsih.(Adv/*)
Penulis : Heri P
Editor : Rahmat Efendi