Terapkan Sistem Agroforestri, Disbun Siap Bangun Kakao Berkelanjutan

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan kini mulai mengalihkan fokus pengembangan komoditas kakao. Kebijakan perkebunan tidak lagi diarahkan untuk mengejar target kuantitas produksi, tetapi pada daya tahan dan keberlanjutan lahan dalam jangka panjang.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah memperkuat penerapan sistem agroforestri. Melalui metode ini, tanaman kakao dibudidayakan secara berdampingan dengan jenis tanaman lain dalam satu kawasan terpadu.

Plt Kepala Disbun Kabupaten Berau, Hendratno menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dan kemandirian petani di tingkat tapak menjadi fondasi utama. Tujuannya adalah membangun sektor komoditas yang bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan lokal.

“Peluang pasar kakao di Berau masih sangat terbuka lebar. Namun, lonjakan produksi wajib dibarengi dengan tata cara budidaya yang baik dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

“Petani harus menguasai manajemen pemeliharaan yang tepat agar produktivitas kebun terjaga secara berkelanjutan,” sambungnya.

Menurutnya, sistem agroforestri dapat menjadi solusi strategis karena mampu memecah ketergantungan petani pada satu jenis komoditas. Selain menciptakan ekosistem tumbuh yang lebih sehat bagi tanaman kakao, pola tumpang sari ini juga membuka sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pedesaan.

“Sehingga perlu pendampingan intensif di lapangan. Petani di berbagai kampung dibimbing secara bersinambungan agar dapat mengadopsi teori budidaya modern ke dalam tata kelola kebun harian mereka,” jelasnya.

Selain petani, sistem ini juga mengintegrasikan peran aktif aparatur pemerintah kampung, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga petugas SIGAP. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat menjamin keberlangsungan implementasi agroforestri secara konsisten di tingkat petani.

“Melalui pengelolaan lahan yang terukur dan adaptif, komoditas kakao diproyeksikan menjadi pilar baru dalam memperkuat ekonomi pedesaan di Berau,” tandasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT