Tata Ulang Sektor Wisata, Ini Strategi Disbudpar Berau Maksimalkan Peran Pokdarwis

KLIK BORNEO – BERAU. Industri pariwisata di Kabupaten Berau kini memasuki babak baru yang lebih terukur. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar Berau) tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap pola tata kelola destinasi.

Langkah tersebut tidak lagi bertumpu pada pembangunan fisik semata, melainkan memprioritaskan kesiapan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai penggerak utama di lapangan.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa menjelaskan bahwa strategi penataan ulang ini didorong oleh status pariwisata yang kini resmi menjadi sektor unggulan daerah dalam RPJMD.

Guna menyambut lonjakan wisatawan global dan kesiapan menyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), standardisasi kapasitas SDM Pokdarwis menjadi target krusial yang tidak bisa ditawar lagi.

“Kami ingin mengubah pola pikir pengelolaan objek wisata agar lebih adaptif. Sektor pariwisata Berau memiliki aset besar berupa 65 daya tarik wisata di 13 kecamatan,” ungkapnya.

“Namun, puluhan potensi ini tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya manajemen risiko yang matang dari kelompok masyarakat lokal yang menjaganya,” sambungnya.

Menurutnya, ada tiga pilar utama dalam strategi taktis Disbudpar untuk mengoptimalkan Pokdarwis saat ini. Pertama, Sertifikasi Tanggap Darurat Bencana.

Mengingat kontur geografis Berau yang meliputi kepulauan, pesisir, hingga hutan pedalaman, Pokdarwis kini dibekali kompetensi mitigasi bencana dan keselamatan melalui pelatihan intensif.

“Mereka dilatih memetakan kerawanan wilayah agar mampu bertindak cepat sebagai first responder jika terjadi situasi darurat di area wisata,” terangnya.

Kedua, Kemandirian Promosi Digital Berbasis Komunitas (Community Based Tourism). Pemerintah mendorong penguatan literasi digital agar tiap kampung mampu mengemas konten promosi visual secara mandiri dan autentik melalui jejaring media sosial.

“Sehingga Pokdarwis tidak lagi ditempatkan sebagai objek pelengkap,” bebernya.

Ketiga, Standardisasi Kenyamanan Layanan Dasar. Melalui standardisasi ini, Pokdarwis diwajibkan melakukan tata kelola kebersihan pada fasilitas esensial.

“Fokus utamanya menyasar pembenahan toilet umum, pengelolaan sampah, serta kerapian penataan area parkir terpadu yang sering menjadi kesan pertama bagi pelancong,” paparanya.

Melalui implementasi strategi berlapis tersebut, Yudha optimis wajah pariwisata Bumi Batiwakkal akan tumbuh lebih profesional dan mandiri. Pembenahan dari akar rumput ini diharapkan mampu menciptakan iklim wisata yang aman dan nyaman.

“Sehingga pelancong merasa nyaman dan ekosistem ekonomi kreatif warga lokal dapat terus berputar secara berkelanjutan,” tandasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT